Roma - Pejabat kesehatan Italia mengatakan varian virus corona yang lebih menular dan pertama kali ditemukan di Inggris dinilai telah menjadi penyebab 18% kematian karena virus corona di Negeri Pizza itu.
Laporan situs independen, worldometer, menunjukkan pada tanggal 12 Februari 2021 kasus harian baru dilaporkan di Italia sebanyak 13.899, sedangkan kematian sebanyak 316. Jumlah kumulatif virus corona di Italia per 12 Februari 2021 sebanyak 2.697.287 dengan 93.045 kematian.

Italia merupakan negara pertama di dunia yang mengalami episentrum pandemi virus corona yaitu pada rentang waktu Maret – Mei 2020.
Pejabat Kementerian Kesehatan Italia, Gianni Rezza, mengatakan apa yang disebut sebagai varian Inggris telah menjangkiti Tuscany, Umbria dan Abruzzo yang telah ditetapkan zona merah untuk mengisolasi varian baru itu.
Pembeli mengantre di pasar ikan Rialto, saat larangan terbaru untuk pasar terbuka diberlakukan oleh daerah Veneto untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Venesia, Italia, Sabtu, 4 April 2020. (Foto: Antara/Reuters/Manuel Silvestri)
Dalam konferensi pers di Roma, 12 Februari 2021, Kepala National Health Institute di Italia Silvio Brusaferro mengatakan karena varian baru itu sangat menular, ia dapat menjadi varian utama virus corona dalam waktu 5-6 minggu.
Perebakan varian baru itu terjadi ketika pejabat-pejabat Italia melaporkan terjadinya peningkatan perebakan baru hingga 0,95% pada minggu ini, sementara jumlah kematian setiap hari tetap tinggi (em/pp)/voaindonesia.com. []