Jakarta – Amerika Serikat (AS) dan Inggris pada Minggu, 1 Agustus 2021, menyalahkan Iran atas serangan drone pekan lalu terhadap sebuah kapal tanker di lepas pantai Oman yang menewaskan dua orang.
"Kami yakin Iran melakukan serangan ini," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dalam pernyataan. Ia menuduh Teheran semakin sering mengirimkan sejumlah pesawat nirawak atau drone bersenjata di seluruh kawasan itu.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, hadiri konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri India, Subrahmanya Jaishankar, di New Delhi, India, 28 Juli 2021 (Foto: voaindonesia.com - Jonathan Ernst/Reuters)
Diplomat tertinggi AS itu mengatakan "serangan di Laut Arabia itu "tidak dapat dibenarkan." Tanker minyak Mercer Street adalah kapal yang dikelola Zodiac Maritime yang berbasis di London dan dimiliki miliarder Israel, Eyal Ofer.
Blinken mengatakan serangan itu mengancam "kebebasan navigasi yang melewati jalur air yang penting ini, pengiriman dan perdagangan internasional, dan kehidupan orang-orang yang ada di kapal itu."
Dia mengatakan AS sedang berkonsultasi dengan sekutu-sekutu dan pemerintah-pemerintah di Timur Tengah "mengenai respons yang pantas, yang akan diambil."

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, mengatakan, "Kami yakin serangan ini disengaja, terarah, dan jelas merupakan pelanggaran UU internasional oleh Iran." Dia juga mengatakan satu atau lebih drone digunakan dalam serangan itu.
Belum ada yang mengklaim bertanggung jawab. Pada Minggu, 1 Agustus 2021, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri , Saeed Khatibzadeh, mengatakan tuduhan itu "tidak berdasar." (vm/jm)/voaindonesia.com. []