Jakarta – Seruan makin kencang terhadap Pemerintahan baru Presiden Joe Biden agar pemerintah Amerika Serikat (AS) merilis laporan yang tidak bersifat rahasia tentang pembunuhan wartawan Washington Post, Jamal Khashoggi.
Kepala Komite Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat AS pekan lalu meminta agar Direktur Intelijen Nasional, Avril Haines, merilis laporan yang tidak bersifat rahasia mengenai pembunuhan wartawan Arab Saudi itu tanpa penundaan. Permintaan tersebut menyusul komitmen Haines untuk melakukannya selama sidang konfirmasinya awal bulan Januari 2021.
Dalam sebuah surat kepada Haines pada Jumat, 22 Januari 2021, anggota DPR, Adam Schiff, seorang Demokrat dari California, mendesak Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) untuk membuat dokumen tidak bersifat rahasia yang melaporkan ke Kongres mengenai "kesalahan Arab Saudi pada pembunuhan brutal yang dilakukan sebelumnya terhadap wartawan Washington Post dan penduduk AS Jamal Khashoggi."

Khashoggi, seorang pengecam keras pemerintah Arab Saudi, dibunuh dan jasadnya dipotong-potong pada 2 Oktober 2018, saat mengunjungi konsulat negara itu di Istanbul, Turki.
Selama sidang konfirmasi Haines, Senator Ron Wyden, seorang Demokrat dari Oregon menanyai Haines apakah ia akan menyerahkan kepada Kongres laporan intelijen nasional yang tidak bersifat rahasia mengenai pembunuhan Khashoggi, sebagaimana ditetapkan oleh Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) 2020. Haines menjawab, "Ya, senator, tentu saja, saya akan menaati hukum."
Kajian Badan Intelijen Pusat (Central Intelligent Agency/CIA) tidak lama setelah pembunuhan Khashoggi menyimpulkan pembunuhan itu kemungkinan besar dilakukan atas perintah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, sebagai mana dilaporkan media The Wall Street Journal (my/pp)/voaindonesia.com. []