TAGAR.id, Washington DC, AS – Sejumlah anggota Faksi Republik di DPR Amerika Serikat (AS) bertekad untuk terus meminta jawaban dari pemerintahan Presiden Joe Biden tentang cara mengatasi keamanan di perbatasan selatan Amerika.
Berbicara setelah rapat yang diwarnai ketegangan pada Rabu, 27 April 2022, anggota-anggota Komite Kajian Republikan (RSC) mengecam kebijakan pemerintahan Biden dalam hal keamanan dalam negeri.

"Ini adalah krisis perbatasan yang disengaja. Deportasi anjlok, tetapi imigrasi ilegal melesat. Dan ini semua terjadi karena Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas memutuskan untuk tidak menegakkan aturan hukum,” ujar anggota faksi Republik yang merupakan Ketua RSC Jim Banks.
Sementara anggota DPR dari Negara Bagian Louisiana, Steve Scalise, mengatakan “perbatasan Amerika kini dikepung.”
Mayorkas berusaha mempertahankan kebijakan pemerintah dalam rapat dengar pendapat pada Rabu tersebut.
Mayorkas berupaya menolak tuduhan Partai Republik bahwa pemerintahan Biden telah mendorong migrasi yang tidak teratur dengan mengizinkan sejumlah orang mencari suaka. Ia juga menyalahkan gejolak ekonomi dan politik, serta kekerasan di seluruh Amerika Latin dan dunia. (em/rs)/Associated Press/voaindonesia.com. []
Imigran di Perbatasan Amerika dan Meksiko Akan Meningkat
Kedatangan Imigran Melonjak di AS Capai Rekor Tertinggi
Gelombang Imigran yang Melintasi Meksiko Terus Bertambah
Wapres AS Serukan Kerja Sama AS dan Meksiko Kurangi Imigran