Jakarta – Lebih dari dua bulan yang lalu, pada Hari Kemerdekaan 4 Juli, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyatakan bahwa Amerika Serikat “lebih dekat dari sebelumnya untuk mendeklarasikan kebebasan dari virus mematikan (Covid-19).” Angka kematian karena Covid-19 di AS juga terus meningkat.
Saat itu, vaksin telah mampu menurunkan angka kematian harian rata-rata akibat Covid-19 dari lebih dari 3.400 pada awal tahun menjadi sekitar 400 pada awal Juli 2021. Namun, penurunan itu tidak bertahan lama. AS melaporkan jumlah kematian harian terbanyak tanggal 12 Januari 2021 yaitu 4.489.
Pada hari Kamis, 9 September 2021, dengan sekitar 1.500 orang Amerika meninggal karena Covid-19 setiap hari, seperti yang dilaporkan situs, ourworldindata.org, Biden mengumumkan langkah-langkah baru yang bertujuan untuk mengalahkan virus, termasuk "mandat vaksin" bagi pegawai pemerintah federal.
Sebuah ruangan tempat pasien dirawat karena Covic-19 di Ochsner Medical Center di Jefferson Parish, Louisiana, AS, 10 Agustus 2021 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)
Laporan di situs independen, worldometers, menunjukkan jumlah kasus Covid-19 di Amerika Serikat sampai tanggal 9 September 2021 mencapai 41.573.855 dengan 675.241 kemtatian. Jumlah kasus dan kematian menempatkan AS di puncak pandemi Covid-19 global.
Sedangkan di ourworldindata.org menunjukkan persentase vaksinasi Covid-19 di AS mencapai 62,15% yang terdiri atas 52,90% dua suntikan dan 9,25% satu suntikan.
Pakar kesehatan masyarakat memuji upaya yang ditingkatkan, termasuk "mandat vaksin" yang baru dan peningkatan akses pada pemeriksaan. Tetapi sebagian pakar mengatakan langkah-langkah itu tidak cukup jauh. Mereka mencatat bahwa pesan simpang siur dari pemerintahan Biden pantas disalahkan atas situasi saat ini.
Meskipun vaksin dinyatakan aman, efektif, gratis dan tersedia secara luas, seperempat dari populasi orang dewasa di Amerika belum mengambil suntikan pertama.

Virus corona varian delta yang sangat menular telah menjangkiti populasi yang tidak terlindungi, bagaikan kebakaran hutan California. Mereka membanjiri rumah sakit di beberapa bagian negara ini dan menghambat pemulihan ekonomi yang sebenarnya mulai berlangsung.
Amerika Serikat memiliki tingkat kematian tertinggi dan tingkat vaksinasi Covid-19 terendah kedua di antara negara-negara industri utama dunia, menurut ourworldindata.org (lt/pp)/voaindonesia.com. []
Kematian Karena Virus Corona di Amerika Tembus 500.000
95% Kematian Covid-19 di Amerika Menimpa Warga yang Belum Divaksin
Jumlah Kasus Covid-19 di Amerika Tembus Angka 30 Juta
Biden Berharap Hari Kemerdekaan 4 Juli Amerika Bebas Corona