TAGAR.id, Jakarta - Merawat dan memeriksa v-belt secara rutin penting untuk dilakukan, agar potensi kerusakan pada komponen yang terhubung dengannya dapat dihindari. Pasalnya, v-belt yang rusak tak hanya menimbulkan ketidaknyamanan berkendara, tetapi juga sangat bahaya saat v-belt putus ketika kita sedang berkendara.
Memang, kondisi v-belt putus jarang terjadi, namun potensi itu tetap saja bisa terjadi jika pemilik sepeda motor tak memperhatikan atau tidak merawatnya secara rutin sesuai anjuran pabrikan.
Astra Honda Motor menulis, umur v-belt bisa sampai 24 ribu kilometer atau sekitar 2 tahun. Namun, kondisi tersebut tergantung dari cara bekendara dan perawatan yang dilakukan pengendara pada motornya.
Ilustrasi V-Belt. (Foto:Tagar/Ist)
Beberapa hal yang bisa terjadi pada v-belt bila Anda tidak melakukan permeriksaan dan perawatan secara rutin sesuai anjuran pabrikan :
1. V-belt aus dan menimbulkan bunyi
2. Akselerasi kendaraan menurun
3. V-belt retak
4. V-belt putus
Namun, kejadian ini bisa dicegah dengan cara merawat sepeda motor Anda secara berkala. Serta rutin melakukan pemeriksaan v-belt setiap 8 ribu kilometer atau sekitar 8 bulan sekali.
- Baca juga : AHM Hadirkan Warna Terbaru CBR150R Tricolor
- Baca juga : Fitur Beragam Skutik Besar Honda Forza
Jika v belt tak dirawat, mungkin saja akan timbul kerusakan pada bagian CVT yang lebih parah. Gawatnya, kerusakan ini bisa menjalar ke beberapa komponen lain seperti rusaknya roller, rumah roller, atau bahkan crank shaft.
Oleh sebab itu, bawalah sepeda motor kesayangan Anda secara rutin ke bengkel terdekat untuk mendapat perawatan dan pemeriksaan secara berkala dari mekanik berpengalaman. Sehingga uang yang dikeluarkan bisa lebih kecil daripada Anda harus mengeluarkan uang untuk mengganti komponen yang rusak.[]