Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, melakukan kunjungan pertama sebagai presiden ke Pentagon, 10 Februari 2021, sementara itu militer AS berupaya mengatasi ekstremisme sayap kanan dan rasisme di kalangan pasukan militer Negeri Paman Sam itu.
Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris direncanakan menuju Gedung Departemen Pertahanan itu pada Rabu, 10 Februari 2021, siang dan akan disambut oleh Menteri Pertahanan, Lloyd Austin, dan sejumlah jenderal dan pejabat sipil. Ini keterangan dari pejabat di Gedung Putih.

Austin, purnawirawan jenderal dan mantan komandan AS di Timur Tengah, merupakan warga kulit hitam pertama yang memegang jabatan sebagai Menteri Pertahanan AS.
Austin menetapkan sejumlah prioritas untuk memerangi Covid-19 pada pasukan AS untuk menjaga kesiapan mereka, mendukung rencana nasional 100 hari pemerintahan Biden untuk mengendalikan virus corona, membasmi rasisme dan ekstremisme pada lebih dari dua juta anggota militer yang masih aktif.
Pentagon di Washington, DC, 27 Maret 2008 (Foto: File-voaindonesia.com - AP/Charles Dharapak)
Isu rasisme dan ekstremisme selalu menjadi tantangan militer. Namun, isu itu mengemuka setelah ratusan ekstremis pendukung mantan presiden Donald Trump, beberapa dari mereka menganut ideologi supremasi kulit putih, menyerbu Gedung Kongres atau Capitol Hill pada 6 Januari 2021 lalu.
Biden menetapkan tema untuk memajukan lebih besar peluang bagi kelompok minoritas di seluruh pemerintahan. Untuk itu, Biden dijadwalkan mengunjungi sebuah pameran di Pentagon yang menggambarkan sejarah orang-orang kulit hitam dalam militer.
Kunjungan itu juga dapat menentukan sikap pertahanan AS sementara Biden meninjau kembali kebijakan Trump untuk menarik mundur hampir semua pasukan AS dari Irak dan Afghanistan setelah hampir dua dekade perang (mg/ka)/voaindonesia.com. []