Takalar - Sebuah toko barang campuran di Jalan Pendidikan, Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulsel, mendapatkan ancaman teror bom orang tak dikenal, pada Sabtu 16 Januari 2021, kemarin. OTK menebar teror bom melalui selembar surat kaleng.
Dalam surat kaleng ini, OTK menyebutkan dirinya dari kelompok Al Tauhid Sulsel. Ia meneror pemilik toko lantaran bermaksud meminta dana sebanyak Rp 50 juta. Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa menaruh 200 bom di Sulawesi Selatan dan salah satunya di toko Risma.
Jangan coba-coba bertindak gegabah, apalagi sampai lapor polisi. Kami ada di sekitar anda.
Bom yang ditaruh pun tak main-main. Bom ini disebutkan mempunyai daya ledak yang tinggi, bisa meratakan bangunan ataukah daya ledak mencapai 30 meter. Dia sebut, sebagai bom hidrogen. Bom dikendalikan dengan panggilan seluler, sensor gerakan hingga memiliki timer.

Dalam surat kaleng ini juga, OTK ini mengancam pemilik toko agar tidak melapor ke polisi. Dan jika melapor, maka sewaktu-waktu bom diledakkan.
Baca juga: Surat Kaleng Teror Bom Hebohkan Warga Takalar
OTK mengaku bahwa ia memantau pergerakan pemilik toko. Sehingga, meminta kepada pemilik toko segera menyediakan uang Rp 50 juta karena ingin mendanai kelompok ini.
"Kami tidak akan melukai anda jika anda mau bekerjasama. Bom ini dari diantara 200 yang kami sebar dari seluruh Sulsel, salah satunya di toko anda. Jangan coba-coba bertindak gegabah, apalagi sampai lapor polisi. Kami ada di sekitar anda," tulis OTK dalam surat kaleng itu.
Sementara, Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto mengatakan, surat kaleng ini dibawa oleh orang tak dikenal, sekira pukul 14.50 WITA. Surat ini berisi ancaman bom.
"Benar, kemarin ada teror ancaman bom di salah satu toko. Tapi setelah Tim Jibom dan Wanteror melakukan sterilisasi di lokasi, tak ditemukan bahan peledak atau bahan berbahaya lainnya. Kita pastikan situasi aman dan terkendali," kata Beny kepada Tagar, Minggu 17 Januari 2021.
Dilanjutkannya, kasus ancaman teror bom ini sementara dalam penyelidikan. Petugas telah memeriksa sejumlah saksi dan juga menyita surat kaleng berisi ancaman bom itu.
"Kami sementara dalami siapa pelaku yang iseng meneror bom ini," tegasnya. []