BKKBN Jawa Barat Bagikan Kontrasepsi Gratis

Pada Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh setiap 26 September, BKKBN Jawa Barat bakal membagikan kurang lebih 41.060 ribu alat kontrasepsi gratis
Kepala BKKBN Jawa Barat Uung Sukmana (tengah) usai acara Kegiatan Forum Koordinasi Kehumasan, di Kabupaten Bandung Barat, Selasa 1 September 2020. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Kabupaten Bandung Barat - Menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 September, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat akan membagikan sekitar 41.060 ribu alat kontrasepsi gratis untuk pasangan suami istri.

Rencananya alat kontrasepsi yang akan dibagikan gratis untuk pasangan sah tersebut diantaranya; mulai alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntik KB, susuk KB atau implan dan lain-lain, sampai alat kontrasepsi non hormonal seperti Intra Uterine Device (IUD) dan lain sebagainya.

“Sebenarnya yang di targetkan (terdistibusi kepada pasangan suami istri) dari pusat yaitu alat kontrasepsi IUD dan implan. Tetapi, kembali lagi alat kontrasepsi harus beragam jenisnya (beragam yang ditawarkan). Karena pasti ada yang suka atau cocok jenis alat kontrasepsi tertentu. Jadi kalau beragam masyarakat bisa memilih salah satu yang disukai,” tutur Kepala BKKBN Jawa Barat Uung Kusmana, Kabupaten Bandung Barat, 1 September 2020.

Pembagian alat kontrasepsi gratis ini lanjut Uung menjelaskan ada syaratnya, pertama harus pasangan suami istri (dibuktikan dengan buku nikah atau dokumen lainnya). Kedua, pasangan suami istri yang masih usia subur, dan ketiga diprioritaskan pasangan suami istri yang masuk dalam kelompok terdampak Covid-19. Namun diluar kondisi tersebut, masih bisa dilayani dengan catatan pasangan suami istri yang terdampak Covid-19 dipastikan sudah terlayani.

“Memang program ini lebih diprioritaskan untuk pasangan suami istri terdampak Covid-19, tetapi masih bisa pasangan suami istri yang tidak terdampak Covid-19,” kata dia.

Lalu bagaimana mendapatkan alat kontrasepsi gratis tersebut jelas Uung, masyarakat tinggal datang saja ke puskesmas-puskesmas terdekat di daerah masing-masing, bidan yang memiliki praktik dan layanan kesehatannya karena BKKBN Jawa Barat sudah mendistribusikan alat kontrasepsi tersebut. “Masyarakat tinggal pilih alat kontrasepsi yang dianggap cocok atau disukai ke puskesmas atau layanan kesehatan lainnya,” tegas dia.

BKKBN Jabar Bakal Gandeng Fatayat NU. Uung menambahkan, pada momentum hari kontrasepsi sedunia BKKBN Jawa Barat menargetkan kurang lebih 40.000 alat kontrasepsi terdistibusi kepada pasangan suami istri di usia subur. Agar target tersebut terealisasi, BKKBN Jawa Barat bakal menggandeng Fatayat NU.

“Kalau sebelumnya kita menggandeng TNI, kali ini selain menggandeng TNI kita juga akan menggandeng Fatayat NU. Kenapa kita pilih mereka? Karena mereka memiliki potensi luar biasa. Banyak motivator di Fatayat NU, banyak yang ditokohkan juga dan banyak juga pasangan-pasangan muda usia subur yang perlu layanan kontrasepsi,”

Sehingga, selain TNI Fatayat NU pun akan menjadi mitra terbaik BKKBN Jawa Barat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap keluarga berencana. Ia pun berharap LSM dan media turut menyosialisasikan hal tersebut (pentingnya keluarga berencana). []

Berita terkait
Akuntabilitas BKKBN Jabar Dinilai Rendah
Kementerian Dalam Negeri memberi predikat C untuk akuntabilitas BKKBN Jawa Barat. Nilai itu dianggap tidak menggembirakan.
BKKBN Jabar Berharap Kampung KB jadi Program Prioritas di Desa
Kampung KB di Jabar telah terbentuk kurang lebih 1.334.
Fraksi Golkar Jabar Soal Lonjakan Kehamilan di Jabar
Fraksi Golkar DPRD Jabar soal lonjakan kehamilan di Jabar ada malanutrisi, gizi buruk dan stunting. kematian ibu dan bayi
0
Mendagri Lantik Tomsi Tohir sebagai Irjen Kemendagri
Mendagri mengucapkan selamat datang, atas bergabungnya Tomsi Tohir menjadi bagian keluarga besar Kemendagri.