Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data perkiraan hilal saat Matahari terbenam, pada hari Senin, tanggal 12 April 2021 M sebagai penentu awal bulan Ramadan 1442 H.
Informasi diberikan sebagai salah satu tugas pokok dan fungsi BMKG dalam memberikan pelayanan data tanda waktu dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Lewat keterangan di laman resminya, BMKG menyoroti keteraturan peredaran bulan dalam mengelilingi bumi, dan bumi dengan bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu.
Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.
"Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadan, hari raya Idulfitri, dan hari raya Iduladha," kata mereka dalam pernyataan resminya, dikutip Tagar pada Sabtu, 3 April 2021.
Petugas Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Sulawesi Utara mengamati hilal ramadhan 1441 H di Manado, Sulawesi Utara, Kamis, 23 April 2020). (foto: Antara/Adwit B Pramono/aww).
Dalam keterangannya, BMKG menyampaikan informasi yang meliputi Waktu Konjungsi (Ijtima') dan Waktu Terbenam Matahari, Peta Ketinggian Hilal, Peta Elongasi, Peta Umur Bulan, serta Peta Lag.
Ada pula informasi mengenai Peta Fraksi Illuminasi Bulan, Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal, serta Data Hilal saat Matahari Terbenam untuk Kota-kota di Indonesia.
- Baca juga: Muhammadiyah: Puasa Ramadan 1442 H Dimulai 13 April 2021
- Baca juga: Ramadan 2021, TV Jangan Undang Pendakwah dari Ormas Terlarang
Informasi dan data perkiraan hilal saat Matahari terbenam, pada hari Senin, tanggal 12 April 2021 M sebagai penentu awal bulan Ramadan 1442 H, dapat dilihat secara untuk melalui tautan https://cdn.bmkg.go.id/web/informasi_hilal_ramadan_1442h.pdf. []