Jakarta - China tengah melakukan latihan militer di dekat Selat Taiwan untuk "melindungi kedaulatannya. Pada saat bersamaan seorang pejabat tinggi Amerika Serikat mengunjungi Taiwan. Keith Krach adalah pejabat tinggi dari Departemen Luar Negeri AS yang mengunjungi pulau itu setelah beberapa dekade.
Mereka mengikuti latihan skala besar China selama dua hari di lepas pantai barat daya Taiwan pekan lalu. Wartawan BBC, Cindy Sui di Taipei mengatakan dengan melakukan latihan militer, China memperingatkan Washington agar tidak mengganggu keseimbangan yang telah dipertahankan Amerika Serikat di bawah pemerintahan AS sebelumnya.
Bekerja menuju tujuan mereka untuk mendapatkan pengakuan internasional formal atas Taiwan sebagai negara merdeka.
Baca Juga: Hubungan dengan China Tegang, AS Lego F-16 ke Taiwan
Latihan militer terjadi ketika hubungan antara Beijing dan Washington memburuk. Apalagi Negeri Paman Sam ini memberikan dukungan kepada Taiwan yang telah memisahkan diri dari Tiongkok.
Pada hari Jumat, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Ren Guoqiang menuduh AS dan Taiwan bekerja sama untuk menganggu China. Namun ia tidak menyinggung kunjungan pejabat AS tersebut.

Kepada wartawan ia menegaskan bahwa menggunakan Taiwan untuk mengontrol China atau mencoba mengandalkan orang asing untuk membangun diri sendiri adalah angan-angan. "Mereka yang bermain api akan terbakar," tutur Ren.
Ren tidak memberikan rincian tentang latihan militer, yang melibatkan komando teater timur Tentara Pembebasan Rakyat. Namun, menggambarkannya sebagai sah dan perlu bagi daratan untuk melindungi kedaulatan dan integritasnya.
Partai yang berkuasa di Taiwan dan para pendukungnya tampaknya melihat AS di bawah Trump dan ketegangan dengan Beijing sebagai kesempatan untuk mendorong hubungan yang lebih dekat dengan Washington. "Bekerja menuju tujuan mereka untuk mendapatkan pengakuan internasional formal atas Taiwan sebagai negara merdeka," kata koresponden BBC.
Washington menyebutkan bahwa Krach yang merupakan wakil menteri urusan ekonomi AS, mengunjungi Taiwan untuk menghadiri upacara peringatan mendiang presiden Lee Teng-hui pada hari Sabtu.
Kemudian pada hari Jumat dia dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen untuk makan malam di kediaman resminya.
Baca Juga: AS Ucapkan Selamat, China Buat Skenario Serang Taiwan
Kunjungan itu dilakukan pada saat hubungan AS-China anjlok ke titik terendah dalam beberapa tahun. []