Jakarta - Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan sekitar 1.266 hotel di Tanah Air telah tutup sejak terjadi penyebaran virus corona atau Covid-19, awal Maret 2020.
"Laporan terakhir yang dinyatakan tutup 1.266 hotel per kemarin. Kalau yang real pasti lebih banyak, karena kita berdasarkan laporan. Kalau tidak lapor kita tidak tahu," ucap Hariyadi Sukamdani di Jakarta, Selasa, 7 April 2020 seperti dilansir dari Antara.
Dengan tutupnya 1.266 hotel, kata dia secara otomatis berimbas pada karyawan yang bekerja di sana. Meski belum menjabarkan data secara detail, ia memperkirakan ada lebih dari 150 ribu orang karyawan yang terdampak dengan penutupan hotel.

Sebab, seluruh karyawannya telah diminta untuk cuti di luar tanggung jawab perusahaan. "Karena perusahaan sama sekali tidak bisa membayar," ujarnya.
Selain hotel, menurutnya restoran juga terkena imbas Covid-19. Menurut dia sudah cukup banyak restoran yang menutup usahanya, salah satunya karena sejumlah mal di Ibu Kota memutuskan untuk menutup operasionalnya selama masa tanggap darurat.
Namun, ia belum bisa menjelaskan data pasti jumlah restoran yang tutup selama pandemi corona. Sebab, data restoran menurut dia cukup sulit didapat karena bisnis tersebut dinilai paling tak disiplin ketika dimintai data.
Dalam situasi seperti sekarang, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Meski memang, permasalahan ekonomi kembali lagi pada cashflow masing-masing perusahaan.
"Tapi balik lagi, kalau masalahnya adalah ekonominya berhenti kan tidak bisa diapa-apain. Otomatis semua tidak sanggup karena tidak ada cashflow," ujarnya.
Hanya yang menjadi kekhawatirannya, karena tidak ada pemasukan, maka hotel tak akan mampu membayar gaji karyawan yang masih bekerja. Demikian pula Tunjangan Hari Raya (THR) mengingat Ramadhan dan Idul Fitri yang akan menjelang.
"Perusahaan kan ditopang cashflow. Sekarang tidak ada. Sekarang yang jadi masalah besar adalah kelangsungan karyawan. Kalau perusahaan tidak ada income, kita enggak bisa bayar gaji karyawan. Nanti THR juga tidak bisa," katanya. []