Jakarta, (Tagar 4/4/2018) - Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Ruhut Sitompul menanggapi santai pidato-pidato garang Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto.

Mendengar pidato Prabowo, "Saya senyum saja," kata Ruhut dalam acara Indonesia Lawyers Club, Selasa malam (3/4/2018)

Sebelum menyebutkan reaksinya mendengar pidato-pidato Prabowo yang garang yang gencar dipublikasikan menjelang pemilihan presiden 2019, seperti sengaja menabuh genderang perang pada pemerintah, Ruhut menguraikan pengetahuannya tentang ragam penyakit stroke sampai kemudian tercetus pernyataan mengenai riwayat stroke yang pernah dialami Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama politisi Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon menyanggah apa yang disampaikan Ruhut. Menurut Zon, Prabowo tidak pernah sakit stroke.

Ruhut secara terbuka menyatakan dukungan pada Presiden Joko Widodo untuk memimpin negeri ini hingga dua periode.

"Wawasan nusantara, kita bangga dengan Pak Jokowi, satu rasa, harga minyak dari Sabang sampai Papua sudah satu harga, satu rasa," kata Ruhut.

Infrastruktur, lanjutnya, "Sudah berapa puluh ribu, Pak Jokowi membangun tonggak-tonggak infrastruktur, jalan tol di Aceh, Papua, Sulawesi, di mana-mana. Hanya dua yang runtuh, tidak pantas kalian ribut. Tak ada gading yang tak retak."

"Saya kaget dengan pidato Prabowo yang katanya dari novel Ghost Fleet," kata Ruhut.

Ia kemudian memaparkan kajian pengamat ekonomi Amerika yang menyebutkan Indonesia akan menjadi negara tiga besar pada 2030.

"China, India, Indonesia," Ruhut menyebut urutan tiga besar negara pada 2030. "Saya baca sekarang pun baru 2018 kita sudah masuk 15 negara besar."

Sebelumnya beredar luas pidato-pidato Prabowo di media sosial, mulai dari pidato yang menyebut Indonesia akan bubar pada 2030 yang bersumber dari novel Ghost Fleet, macam-macam tudingan elit politik goblok, tudingan maling hingga menyebabkan jembatan runtuh memakan korban nyawa, dan sebagainya. (sa)