Jakarta - Putra pertama Didi Kempot dan Yan Vellia, Saka Praja, mengikuti jejak karier sebagai penyanyi campursari setelah mendiang sang ayah kerap menemuinya lewat mimpi. Kini, bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar itu mantap merilis lagu berjudul Gelang Putih demi mengenang sosok The Godfather of Brokenheart.
Ditemui wartawan di acara Kopdar Temu Kangen Sedulur Didi Kempot dan Pusaka Indonesia, di daerah Ciputat, Tangerang Selatan, manajer Yan Vellia, Billy Graham, mengatakan bahwa Saka Praja mulanya adalah seorang anak yang pendiam dan bercita-cita menjadi pilot.
"Tapi pada suatu saat, Saka ini ditemui dalam mimpinya oleh Pak Didi. Jadi ditemui dan Pak Didi ngomong sama Saka 'ayo le maju, semangat le'," kata Graham, dikutip Tagar pada Rabu, 30 September 2020.
Putra Didi Kempot Saka Praja. (Foto: Instagram/saka_praja__dk)
Billy Graham menuturkan, mimpi serupa yang kerap dialami oleh Saka Praja seolah memiliki alur cerita. Puncaknya, adalah saat bocah 11 tahun itu memutuskan untuk mengikuti jejak sang ayah mempopulerkan lagu-lagu campursari dengan menjadi seorang penyanyi dan mantap merilis lagu berjudul Gelang Putih.
"Makanya salah satu Gelang Putih itu adalah salah satu mimpinya Saka, dimulainya kariernya Saka. Jadi titik pertama mulainya Saka itu," kata Billy Graham.
- Baca juga: Ulang Tahun ke-40, Soimah Rilis Album Sing Penting Joget
- Baca juga: Ovie Artha Meninggal Dunia, Indy Barends dan Papham Berduka
Didi Kempot meninggal dunia pada 5 Mei 2020 lalu dalam usia 53 tahun. Sosok The Godfather of Brokenheart itu meninggalkan dua orang anak dari pernikahan ketiganya dengan Yan Vellia, yakni Saka Praja Adil dan Seika Zanithaqisya Prasetya yang kini mengikuti jejaknya di kancah permusikan campursari. []