Filipina Kembali Laporkan Insiden Baru dengan Penjaga Pantai China

Empat kru di atas kapal lainnya telah terluka, ketika kapal mereka ditembak dengan meriam air oleh kapal penjaga pantai China
Kapal Penjaga Pantai China (kiri dan kanan) mengerahkan meriam air ke kapal sipil sewaan militer Filipina Unaizah 4 Mei (C) di dekat Second Thomas Shoal di Laut Cina Selatan yang disengketakan, 5 Maret 2024. [Foto: voaindonesia.com/Handout/Penjaga Pantai Filipina (PCG)/AFP]

TAGAR.id - Penjaga pantai Filipina mengatakan salah satu kapal mereka rusak setelah bertabrakan dengan kapal milik penjaga pantai China di Laut China Selatan pada Selasa (5/3/2024). Richard Green melaporkannya untuk VOA.

Dalam sebuah unggahan di X, juru bicara penjaga pantai Filipina, Jay Tarriela, mengatakan bahwa kapal penjaga pantai China telah melakukan “manuver berbahaya” terhadap dua kapal milik penjaga pantai Filipina, di mana salah satunya mengalami kerusakan struktural kecil.

Sebuah pernyataan terpisah oleh gugus tugas Filipina untuk Laut China Selatan mengatakan bahwa empat kru di atas kapal lainnya telah terluka, ketika kapal mereka ditembak dengan meriam air oleh kapal penjaga pantai China.

Dua kapal ini sedang mengawal dua kapal warga sipil yang membawa pasokan dan rotasi pasukan baru ke kapal perang Filipina dan sengaja ditugaskan di Beting Second Thomas untuk menjaga klaim negara itu atas gugus karang yang terendam tersebut.

Penjaga pantai China mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan kapal-kapal Filipina karena masuk secara ilegal ke perairan di sekitar gugus karang, yang mereka sebut sebagai Ren’ai Reef, yang mendorong kapal-kapal mereka untuk mengambil “langkah-langkah pengendalian”.

kapal nelayan filipina dan kapal chinaSebuah kapal penjaga pantai China (latar belakang kanan) berlayar melewati kapal nelayan Filipina di dekat Scarborough Shoal yang dikuasai China, di Laut China Selatan. (Foto: voaindonesia.com/AFP)

China mengklaim kedaulatan hampir di seluruh kawasan Laut China Selatan, mengabaikan klaim serupa negara-negara tetangganya di kawasan itu, termasuk Filipina, Taiwan dan Vietnam. Beijing dan Manila terjebak dalam pertikaian terkait Beting Scarnorough, sebuah atol yang kaya ikan yang dikuasai China pada 2012, meskipun wilayah ini berada di dalam zona ekonomi ekslusif Filipina.

Sebuah pengadilan arbitrasi internasional di Den Haag memutuskan pada 2016, bahwa klaim China tidak memiliki dasar hukum, sebuah keputusan yang ditolak Beijing.

Kapal-kapal penangkap ikan Filipina beberapa waktu terakhir telah dihalau oleh kapal-kapal penjaga pantai China ketika mereka mengirimkan bahan bakar ke para nelayan Filipina yang bekerja di dekat Beting Scarborough.

Insiden ini mendorong presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., untuk menuduh kehadiran kapal-kapal Angkatan Laut China di perairan Kepulauan Pasifik sebagai sesuatu yang “mengkhawatirkan”. (ns/ab)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Menlu Filipina Enrique Manalo Desak China Berhenti Lecehkan Negaranya
“Ini hanya upaya kami memberi tahu masyarakat tentang apa yang terjadi,” kata Manalo