Jakarta - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, meresmikan Wisma Shafa Asrama Haji Sudiang Makassar. Bangunan empat lantai ini dibangun dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2020.
Ibadah haji itu bukan sekedar ritual semata, di sana ada nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaran, toleransi dan sebagainya. Karenanya, asrama haji bukan sekedar untuk menampung dan melayani jemaah saja, tapi lebih dari itu.
Total ada 59 kamar baru dan aula yang mampu menampung 250 orang di Wisma Shafa. Fasilitas wisma ini sudah standar hotel bintang 3. Wisma Shafa, melengkapi sarana prasarana asrama haji Sudiang yang telah dibangun sebelumnya, yaitu: Wisma Jabal Uhud, Wisma Bir Ali, Wisma Zam Zam, dan Wisma Raodlah.
Selain Wisma Shafa, juga diresmikan gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kankemenag Kab. Bulukumba, Sulsel.
"Ibadah haji itu bukan sekedar ritual semata, di sana ada nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaran, toleransi dan sebagainya. Karenanya, asrama haji bukan sekedar untuk menampung dan melayani jemaah saja, tapi lebih dari itu, bisa dimanfaatkan sebagai sarana syiar Islam Washatiyah," tutur Gus Yaqut di Makassar, Sabtu, 3 April 2021.

Tampak hadir, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis, Rektor UIN Alauddin, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Merdisyam, Ketua MUI Sulsel Anregurutta KH. Sanusi Baco, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel serta para Kakankemenag dan Kasi PHU Se-Sulsel.
Gus Menteri berharap, pelaksanaan haji tahun ini bisa terwujud, meski sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Saudi. Oleh sebab itu, Kemenag terus melakukan sejumlah persiapan, dengan merumuskan sejumlah skenario, termasuk vaksinasi jemaah haji.
- Baca juga : Mentan Kawal Panen Raya dan Gerakan Serap Gabah di Sumsel
- Baca juga : Luhut Kampanyekan BBI dan Bangga Berwisata di Indonesia Aja
Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel Khaeroni, sebelumnya melaporkan bahwa selama pandemi, jajarannya aktif menggencarkan kampanye dan sosialisasi penanggulangan Covid-19. Kanwil juga secara intens melakukan pembinaan dan manasik haji kepada calon jemaah.
"Sulsel saat ini dalam hal waiting list (daftar tunggu) masih menempati urutan pertama di Indonesia, yakni rata-rata 31 tahun. Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten yang memiliki daftar tunggu terlama, yakni 44 tahun," sebut Khaeroni.
Usai peresmian, Gus Yaqut sempat meninjau sejumlah kamar dan fasilitas di Wisma Shafa.[]