Jakarta - Selama pandemi Covid-19 berlangsung di Tanah Air, demand investasi naik secara drastis. Hal ini juga dikatakan oleh Financial Planner Himawan Adhi bahwa investor di pasar saham mencapai 7,4 juta lebih.
“Tahun 2020 cuma sekitar dua setengah, kemudian di 2021 itu mencapai di 5 jutaan. Kemudian di 2022 ini sudah tembus dihampir 7,5. Kemarin saya cek 7,4 something ya itu juta, investor,” ucap Himawan Adhi dalam wawancara “Bincang Saham” di kanal YouTube Tagar TV, pada Selasa, 15 Maret 2022.
Dalam trend investasi ini, Hirmawan Adhi mengatakan jika ada banyak cara dalam memilih sekuritas yang ramah untuk berinvestasi. Cara yang pertama dan utama adalah mencari tahu, apakah sekuritas tersebut sudah terdaftar di bursa efek dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Untuk mendaftar secara online namun secara online ini begitu sudah beres ada kalanya ada keluhan atau bahkan pertanyaan yang pengennya langsung atau bahkan di traning tentang penggunaan apps-apps itu sendiri.

“Pastikan terdaftar secara resmi itu di bursa efek dan juga dan juga di OJK. Karena perusahaan, dari nilai perusahaan sekuritas atau kita sebut dia pialang investasi, bahkan sampai ritel investasi serta perusahaan perdagangan efek dan juga penjamin emisi efek itu harus terdaftar di OJK atau di bursa efek,” katanya.
- Baca Juga: Cara Buka Rekening Saham Online Mandiri Sekuritas
- Baca Juga: Apa Itu Sekuritas dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Selain terdaftar secara resmi, Hirmawan Adhi juga mengatakan jika dalam berinvestasi pastikan sekuritas tersebut tidak mengharuskan investornya melakukan setoran yang besar.
“Tidak adanya ataupun tidak mengharuskan setoran yang besar,” ucapnya.
Selanjutnya, dalam melakukan setoran tidak ditentukan oleh sekuritas tersebut. “Tidak adanya setoran berikutnya yang ditentukan. Jadi misanya kita mau setor juga boleh dan tidak ada minimal endapannya di rekening,” ujarnya.
Hirawan Adhi juga mengatakan suatu sekuritas yang baik memiliki pilihan antara kombinasi web dan juga apps. “Biasanya kalau di versi web itu akan lebih komplit fitur-fiturnya dibandingkan dengan versi apps. Kalau di versi apps itu untuk memudahkan, fleksibilitas, dan kepraktisan,” ucapnya.
Dalam penggunaan aplikasi maupun web investasi, graphic user interface atau tampilan dari sekuritas tersebut memiliki tampilan yang user friendly.
“Tampilan yang user friendly, yang ramah pada kita. Kita diajarin sekalipun langsung inget,” ujarnya.
Walaupun saat ini segala sesuatu serba digital, Hirawan Adhi mengatakan jika perlu adanya cabang di semua kota besar di Indonesia untuk memudahkan para investor terlebih investor pemula dalam melakukan investasi.
- Baca Juga: Tuai Banyak Prestasi, Ini Profil Mirae Asset Sekuritas Indonesia
- Baca Juga: Ini Profil Deutsche Sekuritas Indonesia yang Kini Tinggal Kenangan
“Untuk mendaftar secara online namun secara online ini begitu sudah beres. Ada kalanya ada keluhan atau bahkan pertanyaan yang pengennya langsung atau bahkan di traning tentang penggunaan apps-apps itu sendiri. Nah kan kita perlu offine, makanya dengan cabang yang lebih banyak dan tersebar, sehingga bagi para investor ataupun bagi para trader di remote-remote area, di daerah-daerah terpencil tidak harus langsung ke Jakarta, tapi di daerah terdekatnya dimana, itu kemudian bisa didatangi,” katanya.
Selain itu, Hirawan Adhi mengatakan sekuritas yang “ramah” untuk berinvestasi itu tidak menarik biaya tambahan biaya trasfer. “Tidak adanya tambahan biaya transfer di rekening ATM peserta baik itu yang menuju atau dari RDI Sekuritas,” tuturnya. []
(Ni Nyoman Mastika Mega Puspita)