Jakarta - Spesialis Obstetri dan Ginekologi Siloam Hospital dr Kathleen Juanita Gunawan mengungkapkan, hingga saat ini para ahli belum menemukan fakta bahwa janin atau bayi terpapar virus corona saat proses kehamilan dan setelah persalinan.
Ia menuturkan, masih dilakukan penelitian tentang keterkaitan antara ibu hamil positif virus corona akan melahirkan anak terinfeksi Covid-19.
"Hingga saat ini masih kami terus teliti, belum terbukti bahwa ada terjadi penularan selama proses kehamilan maupun persalinan," kata dr Kathleen saat diskusi virtual yang ditayangkan dalam kanal YouTube BNPB, belum lama ini.
Ilustrasi bayi. (Foto: Pixabay/Rainer Maiores)
Meski begitu, dr Kathleen mengakui ada sejumlah laporan yang menyebutkan sejumlah bayi usai dilahirkan terinfeksi virus corona. Namun, proses infeksi pada bayi belum tentu berasal dari ibu yang positif virus corona.
Hasil penelitian selama ini juga belum ada yang menyebutkan secara pasti bayi bisa terpapar sejak dalam kandungan. Setelah lahir di era pandemi, bayi juga dipisahkan dari ibunya di ruangan perawatan.
"Memang ada beberapa laporan kasus bahwa bayi itu kok bisa langsung terkena [corona] dalam kandungan, tapi sampai saat ini masih diteliti dan masih belum bisa kita nyatakan," tuturnya.
Ilustrasi bayi setelah dilahirkan di rumah sakit sebelum pandemi. (Foto: Tagar)
Belum terbukti bahwa ada terjadi penularan selama proses kehamilan maupun persalinan.
Spesialis Anak RSUD Jati Padang, dr Charles menambahkan, hasil penelitian selama ini juga belum ada yang membuktikan plasenta dihinggapi kuman maupun virus Covid-19. Jika itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan menjadi pintu penularan saat proses jelang dan setelah persalinan.
"[Virus corona) diturunkan atau ditularkan melalui kehamilan itu belum ada. Tapi, kita tidak tahu nanti perkembangannya ke arah mana," ujar dr Charles.
Ilustrasi bayi. (Foto: pixabay.co./jarmoluk)
Dalam kesempatan itu juga, dr Charles mengatakan ibu hamil yang terinfeksi virus corona tetap bisa menyusui anaknya setelah melahirkan, atau proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yang memiliki pengaruh penting untuk keberhasilan ibu dan bayi dalam pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif untuk enam bulan
Namun, ada aturan ketat sebelum ibu diizinkan untuk melakukan proses IMD kepada anaknya yang baru dilahirkan. Adapun di antaranya memakai masker dan diawasi oleh petugas medis agar protokol kesehatan pandemi dapat diterapkan.
"WHO tidak melarang dilakukan inisiasi menyusui dini, atau lekat pertama kali setelah melahirkan," tutur dr Charles.