Jakarta, (Tagar 6/4/2018) - Paundrakarna, putra sulung Sukmawati Soekarnoputri tidak mau larut dalam polemik puisi 'Ibu Indonesia' karya ibunya yang dinilai sebagian kalangan telah melecehkan Islam.

"Ibuku dan aku punya kehidupan sendiri-sendiri," kata Paundra pada netizen yang menanyakan kasus puisi Sukmawati padanya melalui akun Facebook pribadinya.

Paundra putra sulung dari pasangan Sukmawati Soekarnoputri dan KGPAA Mangkunegara IX yang sudah bercerai. Selain dikenal sebagai cucu Soekarno, Paundra juga seorang pemain sinetron, bintang iklan, dan penyanyi. Ia pernah beberapa kali membintangi judul sinetron, di antaranya Saraswati dan Gita Cinta dari SMA.

"Aku sama kalian selalu akan baik-baik saja, viral ibuku tersebut sama sekali tidak ada hubungannya sama aku juga kita semua," tulis Paundra.

Paundra mengucapkan terima kasih pada netizen Endang Sulistiyowati yang mengirimkan status khusus untuknya.

Status khusus Endang untuk Paundra itu berbunyi:

"Ada yang inbox saya, tanya tentang puisi yang lagi viral itu, bagaimana pendapat saya, lalu dihubung-hubungkan dengan beliau, Gph Paundrakarna Js.

Eh, begini ya, pendapat pribadi setiap orang jangan kemudian digeneralisirkan pada orang-orang di sekitarnya. Jangan samakan satu orang dengan orang lain karena keluarga. Lha anak kembar saja beda kok, apa-apa kok dihubung-hubungkan. Sudah, saya tidak ingin menghakimi, tidak ingin ghibah, hidupku juga belum tentu baik kok.

Setuju silakan, tidak ya bebas-bebas saja, daripada nyinyir, lebih baik mengepel atau cuci piring."

Paundra mengucap, "Matur nuwun sanget nggih Mbak Endang nggih, matur nuwun sanget (terima kasih sangat ya, Mbak Endang, terima kasih sangat)," untuk status yang ditujukan padanya itu.

Sebelumnya Sukmawati Soekarnoputri sudah meminta maaf secara terbuka pada seluruh umat Islam yang merasa tersinggung oleh kata-kata dalam puisinya, 'Ibu Indonesia'. Sukma menjelaskan bahwa dirinya tidak ada niat menghina Islam.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin setelah mendengar penjelasan Sukmawati mengenai puisinya, mengimbau umat Islam untuk memaafkannya.

Ulama karismatik Ahmad Syafii Maarif juga mengajak masyarakat untuk tidak membesar-besarkan kontroversi puisi Sukmawati karena hanya akan menghabiskan energi.

Menurut Buya Syafii, begitu panggilan akrabnya, polemik puisi Sukmawati tidak patut dibawa ke ranah hukum. Yang perlu dilakukan adalah mengingatkan Sukmawati agar bersikap arif dalam menyampaikan sesuatu di hadapan publik pada tahun politik seperti sekarang. (sa)