Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, pemerintah menargetkan produksi mobil berbasis baterai atau murni listrik sebanyak 600 ribu unit di 2030. Sementara produksi sepeda motor listrik ditargetkan mencapai 2,45 juta unit. Target produksi ini, diharapkan dapat mengurangi emisi gas buang CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat dan lebih dari 1,1 juta ton untuk roda dua.
Saat ini, tercatat ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia.
Untuk mewujudkannya, pemerintah telah memberikan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal. Misalnya, berupa pengenaan PPnBM sebesar nol persen kepada konsumen kendaraan listrik, juga pengenaan pajak Daerah (PKB dan BBNKB) paling tinggi 10 persen dari dasar pengenaan PKB atau BBNKB, uang muka minimum 0 persen dan suku bunga ringan, diskon penyambungan daya listrik, pelat nomor khusus, dan insentif lainnya.

Bagi perusahaan industri, dapat memanfaatkan berbagai insentif seperti tax holiday, mini tax holiday, tax allowance, Pembebasan Bea Masuk, Bea Masuk Ditanggung Pemerintah, dan super tax deduction untuk kegiatan RD&D.
Sejauh ini menurut Menteri Agus, baru ada tiga perusahaan industri dalam negeri yang membangun fasilitas produksi kendaraan listrik roda empat atau lebih dengan kapasitas 1.480 unit per tahun.
"Industri otomotif, salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Saat ini, tercatat ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia," tutur Agus, belum lama ini.
- Baca juga : Gus Yaqut Resmikan Asrama Haji Setara Hotel Bintang 3 di Makassar
- Baca juga : Luhut Kampanyekan BBI dan Bangga Berwisata di Indonesia Aja
Investasi yang telah mereka tanamkan mencapai Rp71,35 triliun untuk kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun. Sektor ini dikatakan mampu menyerap tenaga kerja langsung 38 ribu orang dan lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.
"Kinerja produksi kendaraan roda empat atau lebih pada periode Januari-Februari 2021, tercatat sebesar 152 ribu unit, dan penjualan (wholesales) sebesar 102 ribu unit untuk periode yang sama," sebut Menperin. []