TAGAR.id, Jakarta - Populasi sepeda motor matik semakin mendominasi jalanan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari data penjualan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Data pada dua bulan pertama tahun 2019, motor matik menguasai sekitar 85 persen dari total penjualan semua tipe motor. Angka ini jauh mengalahkan penjualan motor tipe bebek dan sport. Dari total 1.100.950 unit terjual, motor matik berhasil terjual sebanyak 954.523 unit.
Dari data tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat Indonesia pada motor bertransmisi matik. Oleh karena itu, Tagar hadirkan sejarah hadirnya motor matik pertama kali di Indonesia.
Vespa Corsa PK125
Vespa Corsa PK125 (Foto: Instagram/@automaticahouse)
Pertama kali, kehadiran motor matik di Indonesia ditandai dengan kedatangan skuter matik 2-tak asal Italia, Vespa Corsa PK125 . Vespa ini mulai hadir di Indonesia pada tahun 1991 dan dibawa ke Indonesia oleh PT Dan Motor Indonesia (DMI). PT DMI sendiri merupakan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) Vespa di Indonesia dengan lisensi penuh dari Piaggio Italia.
Skuter matik ini memiliki mesin berkapasitas 121,2 cc 2-tak dengan berpendingin udara. Tenaga yang dihasilkan dari mesin yang memiliki ukuran bore x stroke 55 x 51 mm ini sebesar 6,87 hp pada putaran 5.600 rpm.
Skuter ini juga dilengkapi tuas persneling di bagian stang kiri yang digunakan untuk memilih posisi transmisi neutral atau siap berjalan. Fitur ini berfungsi sebagai penunjang keselamatan agar motor tidak meloncat ketika baru dinyalakan.
Kymco Jetmatic Trend 125
Ilustrasi Kymco Jetmatic Trend 125 (Foto: OLX)
Pemain motor matik baru asal Taiwan, Kymco kemudian ikut meramaikan pasar motor Indonesia pada awal tahun 2000. Produk andalannya saat itu adalah Kymco Jetmatic Trend 125.
Demi meyakinkan konsumen, Kymco melakukan tes performa dengan melakukan perjalanan Jakarta-Bali secara nonstop selama 100 jam. Berkat tes ini, Kymco juga berhasil mendapatkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).
Jetmatic ini dilengkapi mesin SOHC berkapasitas 124,6 cc bermesin 4-tak. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 9,6 hp pada putaran 7.500 rpm.
Hingga saat ini, Kymco masih menjadi motor matik yang cukup diminati, khususnya di Provinsi Bali.
Yamaha Majesty 125 dan Glide 100
Ilustrasi Yamaha Nouvo AT 115 (Foto: OLX)
Pabrikan motor asal Jepang juga kemudian ikut meramaikan pasar motor matik di Indonesia. Masih di awal tahun 2000, Yamaha melakukan riset pasar matik di Indonesia dengan menghadirkan motor matik CBU (completely built up), yakni Yamaha Majesty 125 dan Yamaha Glide 100.
Perkembangan pasar motor matik yang terus tumbuh membuat Yamaha kemudian memproduksi dan meluncurkan Yamaha Nouvo AT 115 pada tahun 2002.
Setahun kemudian, Yamaha kembali meluncurkan produk barunya, Yamaha Mio. Kesuksesan besar menaungi Yamaha selama kurang lebih empat tahun, mereka merajai pasar motor matik di Indonesia.
Honda Vario 110 dan Suzuki Spin 125
Ilustrasi Honda Vario 110 generasi pertama (Foto: OLX)
Hal ini kemudian dilirik oleh pesaingnya, yakni Honda. Tahun 2006, Honda menghadirkan Honda Vario 110. Selang 2 tahun kemudian, mereka meluncurkan Honda BeAT.
Pesaing dari Jepang lainnya, Suzuki ikut meluncurkan produknya yang diberi nama Suzuki Spin 125 pada tahun 2006. Tahun yang sama dengan peluncuran Honda Vario 110.
Ilustrasi Suzuki Spin 125 (Foto: OLX)
Baca juga: