Banda Aceh, (Tagar 15/5/2018) - Menyambut bulan suci Ramadan 1439 H, Pemerintah Kota Banda Aceh telah menentukan sejumlah lokasi sebagai pusat penjualan daging meugang dan takjil (penganan berbuka puasa).

Kabag Humas Setdako Banda Aceh T Taufik Mauliasnyah, mengatakan dari hasil rapat dengan instansi terkait, pihaknya sudah menentukan sembilan lokasi penjualan daging meugang yakni di Jalan HT Daud Syah-Peunayong dan Jalan T Nyak Arief meliputi kawasan Lingke, Lamnyong, Pasar Rukoh dan Kopelma Darussalam.

Kemudian di Jalan Taman Makam Pahlawan dan Pasar Pagi Peuniti, Jalan T Iskandar-Simpang Beurawe dan Pasar Ulee Kareng, Jalan Mr Mohd Hasan-Simpang Batoh, Jalan Sultan Iskandar Muda-Simpang Punge Blang Cut, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Sultan Malikul Saleh-Simpang Lhong Raya.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pangan, Peternakan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Banda Aceh, sambungnya, ketersediaan ternak yang akan dipotong sebanyak 300 ekor Sapi, tiga ekor kerbau, dan 15.400 ekor unggas.

“Dan hasil pantauan, harga daging sapi hari ini di Banda Aceh berkisar Rp 140 ribu hingga Rp 160 ribu per kilogramnya," kata Taufik, Selasa (15/5).

Sedangkan untuk lokasi penjualan penganan berbuka puasa lanjut Taufik, pihaknya sudah memilih di 10 lokasi,  yaitu di Jalan TP Dibaroeh -samping Gedung ITLC, Jalan Twk Daudsyah-Peunayong, Jalan Sultan Iskandar Muda-Simpang Punge Blang Cut, Jalan T Iskandar-Simpang Tujuh Ulee Kareng, dan Jalan Hasan Saleh-Neusu Jaya, Jalan T Hasan Dek-Simpang Jambo Tape, Jalan SR Safiatuddin-Peunayong, Jalan Rama Setia-Lampaseh Kota, kawasan depan Masjid Taman Makam Pahlawan-Peuniti, Jalan Mr Mohd Hasan-Batoh, dan Jalan P Nyak Makam.

"Penjualan hanya dibolehkan bakda Ashar,” ujarnya.

Ia menambahkan, guna membantu masyarakat Banda Aceh dalam menyambut Ramadan tahun ini, Pemerintah Aceh melalui SKPA terkait juga membuka tiga lokasi Pasar Murah selama dua hari mulai 15-16 Mei 2018.

“Lokasinya di Jalan Gabus-Lampriet, Jalan Teuku Umar-Setui, dan Jalan Sultan Iskandar Muda tepatnya di depan SPBU Ulee Lheue,” pungkasnya. (fzi)