Jakarta – Italia merupakan negara pertama di dunia yang mengalami ledakan virus corona (Covid-19) sehingga jadi episentrum pada rentang waktu Maret – April 2020. Setelah itu kasus baru infeksi virus corona di Negeri Pizza itu landai sejak Mei – Agustus 2020. Tapi, sejak September 2020 kasus baru terus terdeteksi sampai akhirnya pada12 November 2020, seperti dilaporkan situs independen, worldometer, jumlah kasus positif virus corona di Italia mencapai 1.028.423 dengan 42.953 kematian.
Pada saat terjad episentrum Italia memberlakukan lockdown pada 10 Maret 2020. Berikutnya November 2020 Italia kembali melakukan lockdown.
Dengan jumlah kasus 1 juta lebih Italia merupakan negara kesepuluh di dunia dengan kasus lebih dari 1 juta. Jumlah kasus konfirmasi positif virus corona global per 13 November 2020 dilaporkan 52.953.810 dengan 1.296.572 kematian.
Negara-negara dengan kasus di atas 1 juta, yaitu:
Amerika Serikat 10.823.903
India 8.727.900
Brasil 5.751.485
Prancis 1.898.710
Rusia 1.858.568
Spanyol 1.484.868
Inggris 1.290.195
Argentina 1.273.356
Kolombia 1.165.326
Italia 1.028.423
China sebagai negara pertama yang mendeteksi virus corona bisa menangani penyebaran sehingga kasus yang dilaporkan hanya 86.299 dengan 4.634 kematian. Padahal, banyak kalangan yang memperkirakan China akan jadi episentrum. China ada di peringkat ke-60 dunia.
Begitu juga dengan Korea Selatan yang diperkirakan banyak kalangan akan jadi ‘neraka’ pandemi virus corona karena tujuan utama pelacong asal China, terutama dari Wuhan tempat virus pertama kali terdeteksi. Negeri Ginseng ini juga bisa mengendalikan penyebaran virus corona. Laporan terakhir menunjukkan kasus sebanyak 27.942 dengan 487 kematian. Korea Selatan ada di peringkat ke-90 dunia.

Pandemi di Italia ini layak jadi perhatian dunia karena selama empat bulan kasus landai. Spanyol, Prancis, Inggris dan Jerman juga seperti Italia dari kondisi landai kasus baru terdeteksi 5 digit yang membuat jumlah kasus meroket.
Semula ketika kasus landai banyak kalangan yang melihat Italia berhasil menangani penyebaran virus corona, tapi ketika kasus baru yang terdeteksi setiap hari dengan jumlah 5 digit kekhawatiran akan terjadi ledakan pandemi gelombang kedua jadi kenyataan.
Lockdown yang diterapkan ketika terjadi episentrum perlahan-lahan dilonggarkan yang akhirnya mendorong perebakan pandemi yang sangat cepat. Otoritas negara itu kembali menerapkan lockdown tapi kali ini mendapat perlawanan dari warga.
Tanpa menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) insiden infeksi virus corona baru akan terus terjadi di Italia karena balum ada warga yang menerima vaksinasi Covid-19. []