Jakarta - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ternyata pernah menjadi sponsor klub sepak bola asal Inggris Manchester City. Perjanjian antara Jiwasraya dan Manchester City berlangsung selama empat tahun yakni 10 Juni 2014 hingga 2018.
Namun, staf khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga heran kenapa Jiwasraya bisa menjadi sponsor bagi Manchester City. Padahal, perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu sebenarnya bermasalah dengan keuangan sejak 2006.
Ia menilai adanya kemungkinan mark up laporan keuangan Jiwasraya sehingga bisa menjadi sponsor bagi Manchester City. "Kalau lihat posisi [laporan keuangan] Jiwasraya 2014 posisinya jelek. Dia masih bisa backup dirinya jadi sponsor Manchester City," ujar Arya beberapa waktu lalu.
Baca juga: Hati-hati Menangani Kasus dan Penyehatan Jiwasraya
Manchester City lolos ke 16 Besar Liga Champions setelah bermain imbang 1-1 melawan Shakhtar Donetsk di Stadion Etihad, Rabu 27 November 2019 dini hari WIB. Kini, City memburu Liverpool di Liga Premier Inggris. (Foto: standard.co.uk)
Apa dampak untuk Jiwasraya sebagai sponsor Manchaster City?
Kepala Divisi Pemasaran Asuransi Jiwasraya Buddy Nugraha menjelaskan kegiatan sponsorship bertujuan untuk meningkatkan Kesadaran merek, memperkuat citra, dan meningkatkan angka penjualan. Namun ia tidak menjelaskan dampak positif saat Jiwasraya menjadi sponsor Manchester City.
Tapi yang jelas, kegiatan sponsorship secara umum kata dia meningkatkan awareness Jiwasraya saat 2016 cukup positif, bahkan meningkat dari tahun ke tahun.
Berdasarkan riset segmenting, targeting dan Positioning (STP) akhir 2015 brand awareness Jiwasraya menempati posisi cukup baik dibanding kompetitor.
"Pada sisi penjualan tahun 2015, kami mencapai pertumbuhan pendapatan premi yang cukup signifikan, mencapai Rp 10,2 triliun tumbuh sekitar 60 persen dibanding 2014 yang Rp 6,3 triliun," ucap Budi seperti dikutip Tagar dari jiwasraya.co.id, Senin, 30 Desember 2019.
Jadi, kegiatan sponsorship tetap akan dilakukan Jiwasraya karena tujuannya adalah memaksimalkan peningkatan awareness, bukan soal nilai yang didapat dari kegiatan sponsorship.
"Ini bukan bicara soal merugi atau tidak, tapi soal efektivitas sponsorship. Tentunya dengan mensponsori kegiatan yang tidak bentrok dengan perusahaan sejenis akan lebih menjadi prioritas kami supaya lebih efektif dalam hasil yang ingin dicapai dari sponsorship tersebut," tuturnya. []