TAGAR.id, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan akan selalu melakukan seleksi dan verifikasi terhadap perusahaan atau instansi yang mengusulkan lowongan dalam program magang nasional atau Magang Hub.

Kata Yassierli, setiap lowongan yang diajukan tidak langsung diterima. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memverifikasinya dulu untuk memastikan perusahaan memiliki administrasi yang lengkap, lokasi yang jelas, serta posisi dan deskripsi pekerjaan yang sesuai.

“Kasihan nanti (calon peserta), maka kemudian (perusahaannya) kita coret. Ada yang mengusulkan tapi administrasinya tidak lengkap, atau kemudian ini tidak jelas posisi lowongannya, tidak jelas deskripsinya, sehingga dicoret oleh tim verifikasi,” kata Yassierli saat sambutan di acara Kick Off Program Pemagangan Nasional Batch 2 di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9).

Yassierli mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan hingga menggunakan Google Maps untuk memastikan lokasi yang dicantumkan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Selain itu, Kemnaker memastikan posisi magang yang ditawarkan sesuai dengan profil dan kompetensi lulusan perguruan tinggi.

“Maka kita blacklist yang ditawarkan adalah posisi-posisi ini bukan cocok atau underskill ini tidak pas untuk lulusan perguruan tinggi kita cari,” tegas Yassierli.

Yassierli menuturkan perusahaan yang sebelumnya telah menerima peserta magang dan memiliki rekam jejak yang baik akan menjadi prioritas untuk mengikuti program berikutnya.

“Inilah mekanisme yang kita lakukan karena kita ingin program ini sukses, kita ingin program ini benar-benar memberikan terbaik buat anak-anak bangsa terbaik,” tutur Yassierli.

Kemnaker telah meluncurkan Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch 2 Tahun 2026 pada Rabu (23/9). Para peserta yang dinyatakan lolos dijadwalkan mulai mengikuti program pemagangan pada Senin (21/9). Sebanyak 40.962 peserta dinyatakan lolos dalam program pemagangan Batch 2 ini.