Anak tengah yang memiliki kakak dan adik sering kali dianggap sebagai anak atau saudara yang problematik. Namun, penelitian membuktikan bahwa anak tengah justru memiliki kemampuan yang lebih daripada saudara lainnya. Mereka sering dianggap memiliki sindrom anak tengah atau middle-child syndrome, yang membuat mereka merasa kesal karena tidak menerima banyak perhatian dari orangtua. Namun, ini justru membuat mereka lebih mandiri dan kreatif.
Anak tengah ternyata memiliki hari nasional di Amerika Serikat yang jatuh pada 12 Agustus setiap tahun. Meskipun tidak ada penjelasan pasti dari pelaksanaan ini, Hari Anak Tengah dapat dirayakan dengan bertindak adil kepada mereka. Namun, penelitian yang dilakukan New York Magazine membuktikan bahwa warga AS saat ini umumnya hanya punya satu atau dua anak, sehingga jumlah anak tengah akan perlahan berkurang bahkan menjadi punah.
Anak tengah disebut membentuk ikatan yang lebih kuat dengan saudara kandung dan temannya dibandingkan dengan orangtuanya. Studi yang dilakukan oleh profesor psikologi Catherine Salmon di Universitas Redlands, California, menunjukkan bahwa anak tertua dan bungsu cenderung meminta bantuan kepada orangtua, sementara anak tengah lebih mengandalkan saudara kandung atau temannya. Ini membuat mereka lebih mandiri dan memiliki banyak akal.
Anak tengah juga dikenal sebagai pembawa perdamaian. Mereka sering bersikap kooperatif, pengertian, dan mementingkan keadilan. Ini membuat mereka dapat membawa perdamaian dengan kemampuan negosiasi yang baik. Selain itu, anak tengah lebih bisa mendengarkan orang lain dan dapat bergaul dengan orang yang beragam karena terbiasa menerima berbagai pendapat berbeda dari orang lain.
Penelitian di Universidad Autónoma de Madrid pada 2013 membuktikan bahwa anak tengah memiliki kondisi emosional yang lebih kuat. Mereka yang tinggal bersama kedua orangtua kandungnya lebih sedikit berpotensi mengalami gangguan emosional atau didiagnosis ADHD dibandingkan saudara kandungnya. Studi lain oleh John Gottman dari University of Washington juga membuktikan bahwa anak tengah akan memiliki pernikahan yang lebih langgeng karena mereka lebih mampu berkompromi saat bertengkar.