Jakarta - Sutradara spesialis film horor, Kimo Stamboel, akan bakal menghadirkan Titi Kamal dalam film garapan terbarunya yang berjudul Jailangkung 3 produksi Sky Media serta Legacy Pictures. Sebelumnya, taji Kimo telah teruji lewat film ber-genre horor yang dibesutnya, yakni Ratu Ilmu Hitam, Rumah Dara dan Headshot.
Selain menjadi sutradara, dalam proyek sekuel film Jailangkung 3, Kimo Stamboel juga dipercaya untuk menggarap skenario bersama Rinaldy Puspoyo. Mendapat kesempatan ini, ia berjanji bakal memberikan kejutan dan warna baru berbeda dibanding film-film pendahulu yang lain.
Kimo juga memastikan, kisah mengenai boneka Jailangkung sebagai perantara roh kematian yang telah ada dalam film-film sebelumnya, akan ia pertahankan lantaran menjadi menjadi benang merah dalam cerita film Jailangkung.
Dalam siaran persnya, Kimo Stamboel mengungkapkan bahwa film Jailangkung 3 bakal menjadi kisah baru mengenai perjalanan Jailangkung, dengan mengangkat tema keluarga dengan sebuah entitas gelap dalam satu desa.
"Ini adalah kisah baru dari perjalanan Jailangkung. Dalam proses pembahasannya kami mengangkat cerita mengenai suatu legenda, ini menjadi awal mula jalan cerita Jailangkung 3. Di mana ada kisah menarik dalam folklore tersebut," kata Kimo dalam keterangan tertulisnya, dikutip Tagar pada Sabtu, 16 Mei 2020.
Kimo Stamboel jadi sutradara di film Jailangkung 3. (Foto: Legacy Pictures)
Dalam penggarapan film Jailangkung 3, Kimo Stamboel secara khusus memilih Titi Kamal, Dwi Sasono, Syifa Hadju, dan Muzakki Ramdhan, sebagai pemain utama. Ia memuji bakat dan kemampuan Dwi Sasono yang bisa memainkan berbagai karakter, juga karakter Titi Kamal yang secara emosi dekat dengan kisah dalam film.
"Begitu juga dengan Muzakki, pengalamannya di Ratu Ilmu Hitam membuatnya bakal cocok bermain di film ini," kata Kimo.
Baca juga: Percy Jackson Siap Dibikin Film Serial di Disney+
Hingga saat ini, Kimo Stamboel masih belum mengumumkan nama-nama lengkap para aktor dan aktris yang terlibat dalam proses produksi film Jailangkung 3. Namun, dalam bocorannya, film ini bakal memiliki latar cerita di Yogyakarta, dengan proses pengambilan gambar memakan waktu 22 hari. []