Jakarta – Para pejabat kesehatan Negara Bagian Tennessee, Amerika Serikat (AS), mengatakan satu klaster kecil infeksi virus corona (Covid-19) ada kaitannya dengan pertemuan Southern Baptist Convention di Nashville, kota di Tennessee. Hal ini menurut harian The Tennessean.
Pakar epidemiologi Leslie Waller dari Departemen Kesehatan Masyarakat Metro Nashville mengatakan kepada harian itu bahwa sekitar 10 infeksi telah ditemukan, tapi klaster itu hampir pasti lebih besar. Sekitar 18.000 orang menghadiri pertemuan tahunan dua hari itu dan kemudian pulang ke negara bagian asal mereka, seperti dilaporankan harian itu pada Jumat, 9 Juli 2021.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention) telah meminta para pejabat kesehatan untuk menghubungi departemen kesehatan Tennessee apabila mereka menemukan kasus-kasus lain. Hal ini diberitakan oleh Kantor Berita Associated Press (AP).
Letak geografis Nashville di Amerika Serikat (Foto: ontheworldmap.com)
Nashville telah mencabut mandat masker dan pembatasan mengenai pertemuan skala besar sekitar sebulan sebelum konvensi yang diadakan di dalam ruangan itu.
Mereka yang hadir kemungkinan besar belum divaksin. Sebuah jajak pendapat oleh Associated Press-Pusat Riset Urusan Publik NORC pada Maret 2021 mendapati bahwa 40% warga Protestan injili berkulit putih mengatakan mereka kemungkinan tidak akan divaksin, dibandingkan dengan 25% dari seluruh warga AS, 28% warga Protestan berkulit putih dan 27% warga Protestan non-kulit putih.
Seorang juru bicara komite eksekutif konvensi itu mengatakan pihaknya belum memberitahu peserta mengenai infeksi itu, tapi bekerja sama dengan para pejabat kesehatan untuk menentukan langkah berikutnya (vm/ft)/voaindonesia.com. []