Pertandingan krusial antara Indonesia vs Australia akan berlangsung di Sydney pada hari Kamis (20/3). Pertemuan ini menjadi sangat penting karena kedua tim berjuang untuk menduduki posisi kedua di Grup C kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026, bersama Jepang yang hampir memastikan posisi pertama.
Pelatih tim Australia, Tony Popovic, mengakui bahwa pertandingan ini akan menjadi tantangan besar, terutama karena Indonesia kini dipimpin oleh Patrick Kluivert, mantan pemain internasional Belanda. Indonesia telah menunjukkan peningkatan signifikan dengan kedatangan pemain-pemain berdarah Belanda, termasuk kapten Jay Idzes. Mereka berhasil menahan imbang Australia 0-0 di Jakarta pada September lalu dan mengejutkan Arab Saudi dengan skor 2-0 pada November.
Kluivert, yang baru saja menangani tim Indonesia, menjanjikan beberapa kejutan meskipun hanya memiliki sedikit waktu untuk melatih skuadnya. "Saya pikir tim sudah siap. Mereka tahu apa yang kami harapkan besok," ujar Kluivert. Ia menekankan bahwa timnya siap untuk menghadapi Australia dan berharap bisa meraih kemenangan pertama atas tim Socceroos sejak 1981.
Popovic, yang kehilangan beberapa pemain kunci di lini pertahanan, menegaskan bahwa timnya harus bersabar dan siap menghadapi berbagai strategi yang mungkin diterapkan oleh Kluivert. "Kami harus siap melakukan apa pun yang situasi memungkinkan, dan jika tidak ada celah, kami harus sabar dan menunggu kesempatan," kata Popovic.
Kapten Indonesia, Jay Idzes, menegaskan bahwa pemain-pemain dari diaspora sama bersemangatnya dengan pemain lokal dalam memperjuangkan negara. "Ini benar-benar penting bagi kami semua. Kami bertarung dan mewakili 280 juta orang di belakang kami. Saya tidak merasa tekanan tambahan, hanya dukungan yang lebih besar," ujar Idzes. Pertandingan ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang menempatkan Indonesia di peta sepak bola dunia.