Jakarta - Ketua Umum PB PERNEFRI dr. Aida Lydia mengatakan konsumsi obat dalam jangka panjang tidak akan merusak ginjal. Hal itu dikatakannya dalam konferensi pers Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2020 yang diadakan di Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 11 Maret 2020.
"Yang merusak ginjal itu bukan obatnya, tapi penyakitnya yang bisa merusak ginjal. Misalnya obat darah tinggi, yang merusak ginjal itu bukan obatnya, tapi penyakit darah tingginya yang merusak ginjal," kata dr. Aida Lydia kepada Tagar, Rabu, 11 Maret 2020.
Banyak sekali obat yang aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.
Menurut dia, masyarakat tidak perlu harus khawatir dan takut mengonsumsi obat dalam jangka panjang. Sebab, hal itu tidak akan merusak ginjal.
Konferensi Pers Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2020 yang diadakan di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 11 Maret 2020.
"Obat darah tinggi, kencing manis itu aman, banyak sekali obat yang aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang," ujar dr. Aida.
Apalagi ketika seorang dokter menganjurkan pasiennya minum obat secara teratur, kata dia, hal itu bukan tanpa alasan.
"Karena dokter akan menimbang risk and benefit, mana risiko yang paling banyak manfaatnya itu yang diberikan," tutur dia.
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) umumnya ditandai dengan kerusakan ginjal atau gangguan fungsi ginjal yang berjalan lebih dari tiga bulan. Berdasarkan data global 2019 menunjukkan 1 dari 3 orang di populasi umum memiliki risiko mengalami penyakit tersebut.
Saat ini diperkirakan 10 persen dari penduduk dunia terkena PGK. Tetapi 9 dari 10 orang tersebut tidak menyadari kondisinya. Hal ini disebabkan karena gangguan fungsi ginjal pada awalnya tidak menimbulkan gejala. Biasanya, keluhan baru muncul saat fungsinya sudah menurun. []
Baca juga: