Jakarta - Kontribusi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap perekonomian cukup besar. Untuk itu, menurut Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), M. Riza Damanik, kebijakan mitigasi dampak pandemi virus corona Covid-19 akan fokus pada skala usaha mikro.
Kita terus lakukan upaya penguatan dalam rangka memastikan UMKM bisa bertahan di saat pandemi ini.
"Stimulus fokus pada skala usaha mikro, kebijakan mitigasi Covid-19 kita lakukan pendekatan terhadap UMKM karena kontribusi terhadap ekonomi cukup besar," ujar Riza dalam diskusi daring, di Jakarta, Kamis, 16 April 2020, seperti dikutip dari Antara.
Ia mengemukakan bahwa kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai sekitar 60 persen dan 97 persen untuk tenaga kerja. "Kita terus lakukan upaya penguatan dalam rangka memastikan UMKM bisa bertahan di saat pandemi ini," ucap Riza.
Baca Juga: Mitigasi Corona untuk UMKM, Jokowi: Jangan Terlambat
Riza menambahkan, sejumlah program khususnya terhadap UMKM sudah diluncurkan. Antar lain berupa dukungan produksi, kemudahan pembiayaan, perluasan pasar, dan penguatan daya beli masyarakat.

"Sebelum pandemi ini masuk ke Indonesia, posisi UMKM kita sangat strategis, sekitar 90 persen usaha masuk kategori UMKM. Temuan sementara yang masuk, 98 persen mengalami penurunan usaha," tutur Riza.
Menurut Riza, pandemi Covid-19 telah memicu sulitnya mencari bahan baku, terhambatnya produksi dan distribusi hingga sulitnya mencari akses pembiayaan. "Pembiayaan menjadi salah satu hal penting karena banyak pelaku UMKM sedang terikat dengan kredit, maka itu ada relaksasi serta stimulus pinjaman baru bagi UMKM."
Selain itu, ucapnya, pihaknya juga memberikan stimulus pinjaman lunak kepada koperasi, dan mendorong percepatan dan perluasan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam rangka mendorong daya beli, Riza menyampaikan pihaknya juga memberikan stimulus, salah satunya bantuan tunai kepada usaha mikro dan ultra mikro.
"Angkanya mencapai sekitar Rp 2 triliun, salah satu skemanya bisa voucher diskon sehingga diharapkan masyarakat tetap melakukan aktivitas pembelian produk UMKM," kata Riza.
Secara garis besar, kita dukung menghentikan virus dengan mendorong UMKM tetap menerapkan phisycal distancing agar di saat bersamaan ekonomi tetap berjalan dari hulu dan hilir.
Kemudian, pihaknya juga bekerja sama dengan kementerian lain. Salah satunya BUMN bidang pangan untuk menyerap produk pertanian sebagai dukungan UMKM di sisi hulu.
"Kementerian Koperasi berupaya menyambungkan kegiatan dari hulu ke hilir, di hulu harus ada kepastian pembelian panen, sedang proses tahap perbincangan dengan melibatkan BUMN pangan sebagai off taker produk pertanian, termasuk kopi," tutur Riza.
Baca Juga: Cerita UMKM Kuliner Jaga Pelanggan Saat PSBB
Riza mengharapkan di tengah pandemi virus corona ini, pasokan dan logistik tidak ada kendala sehingga penerapan stimulus dapat berjalan baik. "Secara garis besar, kita dukung menghentikan virus dengan mendorong UMKM tetap menerapkan phisycal distancing agar di saat bersamaan ekonomi tetap berjalan dari hulu dan hilir," katanya.[]