Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mempersilahkan buruh yang merupakan anggota KSPI ikut serta demonstrasi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari ini. Dengan syarat, menyuarakan keluhan sesuai dengan kepentingan mereka.
"Jadi, gerakan buruh, kalau pun ada, dalam jalur konstitusional tidak lepas dari isu gerakan buruh," kata Said di Istana Kperesidenan Bogor, Jawa barat, Senin, 30 September 2019.
Selain para buruh, Said juga mengingatkan pada elemen masyarakat lain untuk melakukan menyuarakan tuntutan sesuai dengan tujuan awal. "Di luar itu tentu kami berharap setiap elemen yang ingin melakukan usulan dan gagasan yang berbeda," ujarnya.
Jadi, gerakan buruh, kalau pun ada, dalam jalur konstitusional tidak lepas dari isu gerakan buruh.
Senin, 30 September 2019 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, pelajar Sekolah Teknik Menengah (STM), dan elemen buruh kembali demonstrasi di depan gedung DPR. Presiden Joko Widodo pun meminta pada demostran untuk tidak melakukan aksi dengan rusuh.
"Konstitusi kita kan memberikan kebebasan untuk menyampaikan pendapat, yang paling penting jangan rusuh, jangan anarkis. Sehingga menimbulkan kerugian jangan sampai ada yang merusak fasilitas-fasilitas umum," ucapnya.
Sebab, Jokowi selalu mendengar apapun yang disampaikan, apapun yang disuarakan oleh massa ketika demonstrasi. "Kita mendengar kok, sangat mendengar, bukan mendengar tapi sangat mendengar," tuturnya. []