Jakarta - Direktur kreatif Louis Vuitton Nicolas Ghesquiere meminta kepada pihak Paris Fashion Week mendukung merek yang belum terkenal dan masih kecil agar mendapatkan tempat pamer di atas catwalk acara mereka.
Paris Fashion Week merupakan ajang bergengsi bagi perancang busana dunia. Digelar dua kali selama setahun di Paris, Prancis.
"Saya sangat berharap Paris Fashion Week tidak hanya menampilkan merek-merek besar," Nicolas kepada Vogue.com, Senin 7 September 2020.
Ini adalah momen untuk mendukung merek-merek kecil yang membuat dunia mode yang indah ini relevan.
Nicolas menilai sudah waktunya bagi rumah mode besar dan industri fesyen membantu merek atau label kecil untuk ikut disorot selama pandemi Covid-19. Pria berusia 49 tahun itu mengatakan, tidak ada cara yang lebih baik dalam memulainya selain memamerkan kreasi mereka di acara yang dimulai pada 28 September 2020 itu.
"Ini adalah momen untuk mendukung merek-merek kecil yang membuat dunia mode yang indah ini relevan. Tidak selalu mudah dalam [industri] mode," ujarnya.
Baca juga:
- Cibiran ke Selulit Luna Maya Saat Pakai Hot Pants
- Demi Pekerja Seni, Chelsea Islan Lelang Barang Favorit
- Aturan Pakai Baju Sambut New Normal ala Ayu Dewi
Designer asal Indonesia Didit Hediprasetyo saat tampil di ajang Paris Fashion Week pada 24 Januari 2012. (Foto: Kristy Sparow/WireImage)
Menurut Nicolas, pandemi Covid-19 telah berdampak negatif pada semua sektor mode di seluruh dunia. Sebab itu, sudah saatnya memulai untuk label besar membantu merek kecil agar industri mode kembali menggeliat seperti sebelum wabah.
"Saya pikir momen ini sangat penting untuk persatuan; untuk mendukung label yang mengalami kesulitan," ujarnya.
Nicolas meminta agar penilaian terhadap sesama perancang busana atau antar merek dagang dikesampingkan di saat ini. Musababnya pandemi Covid-19 telah membuat dunia berubah dan tak lagi memandang siapa objeknya. Sebab itu, ia meminta agar sesama pelaku industri fesyen saling mengulurkan tangan sebisanya.
"Faktanya adalah, persepsi terhadap fesyen yaitu eksklusif, terkadang terlalu sangat eksklusif. Terkadang fesyen tidak menyadari dengan siapa dia berbicara. Tetapi situasi di dunia telah cepat berubah menjadi keadaan darurat dari apa yang kita bicarakan. Kita harus berubah dan berkembang," tutur Nicolas.