Jakarta - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan pihaknya sungguh kecewa karena mantan narapidana kasus suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Lampung, itu bisa menjadi komisaris di BUMN.
MAKI mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk segera mengganti Emir Moeis dengan orang yang tidak memiliki rekam jejak terkait kasus korupsi. Seharusnya komisaris BUMN diisi orang-orang yang berintegritas, bersih dri kasus-kasus korupsi masa lalu.
Kalau itu dilakukan dan Erik Thohir tidak mencabut ini tentu akan melukai rakyat sudah susah di saat yang sama menteri BUMN mengangkat Emir Muis.
Ujang Komarudin saat diwawancarai Cory Olivia di kanal YouTube Tagar TV. (Foto: Tagar/Azzahrah)
Menurut Boyamin, semua orang bisa berubah, tapi mengangkat seorang koruptor sebagai komisaris BUMN tidak memenuhi unsur tata kelola perusahaan yang baik dan akan berdampak bagi pemerintahan dan negara.
Izendrik Emir Moeis merupakan narapidana koruptor yang menerima suap saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR untuk tahun 2000-2003. Sebagaimana yang termuat dalam situs PT Pupuk Iskandar Muda, Emir Moeis diangkat sebagai komisaris. Di situs resminya Pupuk Iskandar Muda mengaku menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam menjalankan usahanya.
Menanggapi hal ini Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin membuka suara, menurutnya bangsa ini harus dikelola dengan baik jika BUMN diisi dengan mantan koruptor menurut Ujang masyarakat tidak akan melihat perbaikan - perbaikan di bangsa ini.
“Kalau itu dilakukan dan Erik Thohir tidak mencabut ini tentu akan melukai rakyat, sudah susah di saat yang sama menteri BUMN mengangkat Emir Muis,” ujar Ujang dalam wawancara di kanal YouTube Tagar TV, Senin, 9 Agustus 2021.
Menurut Ujang jika BUMN tidak dibangun dengan integritas maka akan dibawa kemana bangsa ini. Seharusnya pemerintah sadar dan berkaca, ia ingin pemerintah tidak sesuka hati dengan memasukan orang yang tidak kompeten.
- Baca Juga: Kritik Said Didu: Jangan Buat BUMN Jadi Rugi
“Sebelumnya kita juga melihat relawan yang tidak kompeten diangkat, lalu rektor yang jabatanya merangkap itu juga melanggar aturan juga diangkat, lalu hari ini napi juga diangkat. Lalu sebenarnya mereka mau apa para elite politik itu, saya mengkritik keras sama dengan yang dilakukan oleh MAKI,” ujar Ujang.
Ujang juga mengatakan jika ini dilakukan sesuka hati oleh para elite politik maka kepercayaan rakyat terhadap mentri BUMN termasuk pemerintah akan semakin rendah.
(Azzahrah Dzakiyah Nur Azizah)