Jakarta - Lembaga keuangan internasional, Bank Dunia (World Bank) secara resmi mengumumkan pengangkatan Mari Elka Pangestu menjadi Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan. Dikutip dari laman resmi, Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan Mari Pangestu dinilai memiliki pengalaman yang baik dalam mengambil sejumlah kebijakan penting saat menjadi menteri dalam dua periode kabinet di Indonesia.
“Pengalamannya sebagai menteri senior, serta diakui sebagai ekonom yang terlibat dalam forum internasional akan sangat bermanfaat bagi kami di Grup Bank Dunia dalam mendukung luas pertumbuhan berbasis pengentasan kemiskinan,” ujar Malpass.
Peneliti CSIS
Dalam ulasan singkat, Bank Dunia memaparkan Mari Pangestu saat ini tercatat sebagai akademisi di Columbia School of International and Public Affairs. Selain itu, Mari juga merupakan Profesor Ekonomi Internasional di Universitas Indonesia, serta tergabung menjadi salah satu peneliti dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Mari Pangestu mengatakan jika penunjukan dirinya sebagai Managing Director World Bank merupakan suatu kehormatan besar. “Saya menantikan kesempatan untuk bekerja dengan tim yang kuat ini pada level tantangan yang berbeda,” tuturnya.

Untuk diketahui, Mari Pangestu dianggap sebagai pakar internasional tentang berbagai masalah global. Dia saat ini adalah Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Kebijakan Makanan Internasional (IFPRI) di Washington D.C dan penasihat Komisi Global Geopolitik Transformasi Energi Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) di Abu Dhabi.
Berlaku efektif 1 Maret 2020
Dalam peran barunya, Mari Pangestu akan memimpun pengawasan program kerja Kelompok Praktik Global Bank Dunia. Selain itu, dia juga akan mengawasi kelompok riset dan data Bank Dunia (DEC) dan fungsi Hubungan Eksternal dan Korporat.
Pengangkatannya Mari Pangestu akan mulai efektif berlaku pada 1 Maret 2020. Namun, diperkirakan dia akan mulai bekerja untuk organisasi internasional itu pada 3 Maret 2020.[]
Baca Juga:
- Perlambatan Ekonomi RI Jadi Sorotan Bank Dunia
- Bank Dunia Sebut Teknologi Digital Bantu Pengentasan Kemiskinan