Jakarta – Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, dibuka dengan kapasitas penuh pada Minggu, 17 Oktober 2021. Jemaah melakukan ibadah salat secara berdempetan tanpa menjaga jarak, pertama kalinya dilakukan sejak pandemi virus corona (Covid-19) melanda dunia.
Para pekerja mencabut stiker jaga jarak di lantai masjid yang dibuat untuk memandu orang-orang agar tetap menjaga jarak sosial di dalam dan di sekitar Masjidil Haram.
"Ini sejalan dengan keputusan (pemerintah) untuk melonggarkan tindakan pencegahan dan mengizinkan jemaah Masjidil Haram dengan kapasitas penuh," seperti dilaporkan oleh Kantor Berita AFP yang mengutip kantor berita resmi Arab Saudi, Saudi Press Agency.
Gambar dan rekaman yang diambil pada Minggu, 17 Oktober 2021, pagi menunjukkan jemaah melakukan ibadah salat dengan cara berdekatan, pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 berlangsung pada tahun lalu.
Jemaah melakukan tawaf mengelilingi Ka\'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, 31 Juli 2020. (Foto: voaindonesia.com/AP)
Sementara langkah-langkah jarak sosial dicabut, pihak berwenang mengatakan jemaah Masjidil Haram harus sudah divaksinasi Covid-19 dan harus terus memakai masker di halaman masjid.
Laporan situs independen, worldometer, menunjukkan sampai tanggal 17 Oktober 2021 jumlah kasus Covid-19 di Arab Saudi sebanyak 547.931 dengan 8.763 kematian. Sementara itu di situs ourworldindata.org menunjukkan persentase warga Arab Saudi yang sudah divaksinasi Covid-19 mencapai 67,56% yang terdiri atas 58,41% dua suntikan dan 9,15% satu suntikan.
Kabah tetap ditutup. Arab Saudi mengumumkan pada Agustus, mereka akan mulai menerima jemaah warga negara asing yang telah divaksinasi untuk melakukan ibadah umrah (ah)/AFP/voaindonesia.com. []
Pemerintah Arab Saudi Kembali Buka Umrah untuk Jemaah Indonesia
Vaksinasi di Arab Saudi Saat Sertifikat Halal Dipertanyakan
Arab Saudi Terima Jemaah Umrah Asing Mulai 9 Agustus 2021
Alasan Arab Saudi Batasi Pengeras Suara di Masjid