Jakarta - Melaney Ricardo sempat dinyatakan positif virus corona atau Covid-19. Saat masa-masa terinfeksi, presenter tersebut mengaku kekurangan hemoglobin darah (HB) atau anemia.
Anemia dialami Melaney Ricardo di tengah efek dari terinfeksi virus corona yang menyebabkan fungsi indera penciumannya menurun drastis. Begitu juga indera pengecapnya mengalami gangguan berat ketika merasakan makanan.
"Lidah sudah tidak bisa merasakan lagi, udah enggak bisa merasakan sama sekali. Benar-benar mati rasa. Hidungku juga enggak bisa mencium sama sekali," kata istri komedian Tyson James itu di kanal YouTube Melaney Ricardo.
HB aku juga rendah cuma delapan.
Melaney Ricardo. (Foto: Instagram/melaney_ricardo)
Selanjutnya perempuan berusia 40 tahun itu mengalami lemas dan mati rasa. Tersadar dengan sakit yang mulai mengganggu kesehatannya, Melaney berangkat ke rumah sakit. Setelah diperiksa ia didiagnosa dokter menderita anemia.
"Aku anemia juga, HB aku juga rendah cuma delapan. Kalau normalnya itu kan 13," kata Melaney.
Anemia diketahui kondisi ketika hemoglobin darah dalam tubuh lebih rendah dari seharusnya. Akibatnya fungsi dari hemoglobin membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu.
Ilustrasi Sakit Kepala. (Foto: uzone.id)
Orang yang menderita anemia akan mengalami gejala mudah lelah, lemas, sulit konsentrasi, wajah menjadi pucat, pusing hingga sesak napas.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari Kementerian Kesehatan, satu dari lima orang Indonesia berisiko terkena anemia. Meskipun begitu, masih banyak orang yang belum teredukasi akan gejala, dampak, dan penanggulangan anemia.
Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Endang L. Achadi mengatakan, dampak anemia sering kali tidak terlihat maupun dirasakan secara langsung. Namun, faktor risikonya jangan dianggap remeh.
Endang mengatakan, anemia terbukti menyebabkan penurunan produktivitas kerja wanita Indonesia sebanyak 20% atau sekitar 6,5 jam per minggu.
"Menjalankan pola hidup sehat bergizi seimbang, termasuk mengonsumsi makanan dengan kadar zat besi, protein dan vitamin dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi anemia,” ujarnya.
Melaney Ricardo. (Foto: Instagram/melaney_ricardo)
Dikutip dari Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang disusun Cecilia Hendrata dan Reginald L. Lefrandt, anemia juga menjadi salah satu faktor komorbid yang sering ditemukan pada pasien dengan gagal jantung.
Penyebab anemia pada gagal jantung secara detail belum terungkap. Namun, diduga sebagai anemia multi-faktorial dengan penyakit kronis dan gagal ginjal kronik sebagai penyebab utama
Selain itu, penderita anemia akut atau telah menahun, berisiko mengalami aritmia, atau gangguan irama jantung yang berisiko merusak dan menyebabkan gagal jantung. Kondisi ini bisa menyebabkan nyawa penderita menjadi terancam.