UNTUK INDONESIA
Mengenal Dua Obat Covid-19 Siap Beredar di Indonesia
Favipiravir atau Avigan dan Klorokuin (chloroquine) mampu untuk mengobati pasiene Corona.
Ilustrasi obat pasien Corona. (Foto: Pixabay/Kollsd)

Yogyakarta - Pemerintah RI memesan dua obat untuk pengobatan pasien Covid-19. Kedua obat itu bernama Favipiravir atau Avigan dan Klorokuin (chloroquine). Seperti apa manfaat dan efek sampingnya? Berikut penjelasan Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Profesor Zullies Ikawati.

  • Favipiravir atau Avigan

Zullies mengatakan Avigan tergolong obat keras. Avigan pada mulanya digunakan untuk mengobati flu burung dan SARS. "Awalnya untuk mengobati dua penyakit itu," ungkapnya, Kamis, 26 Maret 2020.

Dia mengatakan, Avigan dibuat oleh Fujifilm Toyama Chemical pada 2014. Namun obat itu belum beredar di Indonesia, meski ada Avigan harus ditebus menggunakan resep dokter.

Menurut dia, Avigan sudah dipakai di Jepang dan Tiongkok untuk orang yang sudah positif Covid-19. "Obat Avigan kalau diberikan kepada pasien positif Covid-19 yang kondisinya parah tidak akan terlalu efektif. Tetapi kalau yang gejalanya masih ringan kemungkinan bisa efektif," ujarnya.

Kalau dikonsumsi tapi tidak ada virusnya malah tidak ada efektif.

Obat Avigan sifatnya pencegahan atau kuratif. Dengan begitu, obatnya akan efektif jika sudah ada virusnya, jika virusnya belum ada maka risiko efek sampingnya pada pencernaan lebih besar. "Kalau dikonsumsi tapi tidak ada virusnya malah tidak ada efektif," katanya.

Avigan, katanya, sebagai penghambat sintesis dari virus RNA sehingga bisa mematikan virus. Untuk itu, Favipiravir didesain khusus antivirus.

  • Klorokuin

Sama seperti Avigan, obat Klorokuin tersebut masuk dalam kategori obat keras dan memiliki efek samping. Obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Klorokuin sebaiknya digunakan bagi mereka yang sudah positif kena atau terduga terjangkit Covid-19.

Guru Besar Farmasi UGM Yogyakarta Zullies IkawatiGuru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Profesor Zullies Ikawati. (Foto: ist/Tagar/Rahmat Jiwandono)

Zullies mengatakan, Klorokuin awalnya adalah obat antimalaria yang kemudian digunakan juga sebagai imunosupresan pada pasien dengan penyakit autoimun, seperti lupus atau artritis rematoid. Belakangan, Klorokuin juga disebut memiliki efek antiviral, dan bahkan dipakai untuk mengatasi Covid-19 di Tiongkok.

“Klorokuin memang dilaporkan memiliki efek antiviral yang kuat terhadap virus SARS-CoV. Obat ini bekerja dengan mengikat reseptor seluler angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) yang merupakan tempat masuknya virus SARS-CoV sehingga menghambat masuknya virus ke dalam sel,” ungkapnya.

Klorokuin memang dilaporkan memiliki efek antiviral yang kuat terhadap virus SARS-CoV.

Selain itu, Klorokuin mampu meningkatkan pH endosomal yang menyebabkan hambatan replikasi virus karena replikasi virus membutuhkan suasana asam. Namun demikian, sebagai obat dengan kategori obat keras harus digunakan dengan resep dokter dan sebaiknya digunakan untuk yang sudah positif atau tersangka.

“Bila tidak terkena lalu mengonsumsi maka efeknya tidak kecil seperti gangguan penglihatan dan terjadinya abnormalitas pada jantung,” katanya.

Saran Pakar Cegah Corona

Ia menyarankan agar masyarakat nanti tidak menimbun dua macam obat tersebut. Sebaliknya, ia menganjurkan untuk tetap menjaga kesehatan dengan meningkatkan sistem imun daya tahan tubuh melalui menjaga kebersihan dan berolahraga secara teratur. 

"Sering cuci tangan, hindari kerumunan, jaga jarak dan jangan stres. Tetap waspada tapi tidak panik," ujarnya.

Zullies menganjurkan untuk tetap menjaga kesehatan dengan meningkatkan sistem imun daya tahan tubuh melalui menjaga kebersihan dan berolahraga secara teratur di rumah

Untuk mencegah terkena virus Corona, masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan olahraga secara teratur. Bisa dengan melakukan olahraga di rumah seperti senam atau olahraga ringan minimal 30 menit sehari. []

Baca Juga:

Lihat Foto:

Berita terkait
Hati-hati Konsumsi Klorokuin, Obat Virus Corona
Klorokuin dianggap mampu mengobati virus Corona. Namun jangan sembarang mengonsumsinya karena termasuk kategori obat keras.
Tips Jangan Sentuh Wajah Cegah Corona
Kebiasaan menyentuh wajah bisa meningkatkan potensi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Berikut ulasan tips hindari kebiasaan sentuh wajah.
Tata Cara Pernikahan di Tengah Wabah Corona
Orang-orang harus menjaga jarak sosial di tengah wabah corona Covid-19. Lantas, bagaimana calon pasangan yang memutuskan menikah dalam situasi ini?
0
Mengenal Dua Obat Covid-19 Siap Beredar di Indonesia
Favipiravir atau Avigan dan Klorokuin (chloroquine) mampu untuk mengobati pasiene Corona.