Menko Airlangga Sebut Investasi Sudah Lebih Merata di Semester I 2026

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kegiatan investasi sudah menunjukkan pemerataan.
Menko Airlangga Sebut Investasi Sudah Lebih Merata di Semester I 2026. (Foto: Tagar/Dok ist)

TAGAR.id, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kegiatan investasi sudah menunjukkan pemerataan dari segi lokasi pada semester I tahun 2026.

“Dari segi investasi juga (hampir) 50 persen di Jawa, dan 50 persen di luar Jawa. Jadi keseimbangan sudah lebih terjadi,” kata Airlangga dalam wawancara cegat di kantornya di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Indonesia pada semester I tahun 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sedangkan secara triwulanan, pada triwulan II tahun 2026 realisasi investasi tercatat sebesar Rp511,8 triliun, meningkat 7,1 persen (yoy).

Dari sisi lokasi investasi, pada triwulan II tahun 2026, investasi di luar Pulau Jawa juga tetap mendominasi dengan nilai Rp256,5 triliun (50,1 persen), sedangkan investasi di Pulau Jawa mencapai Rp255,3 triliun (49,9 persen). "Hal ini menunjukkan semakin meratanya penyebaran investasi di berbagai wilayah Indonesia," ujarnya.

Adapun lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah DKI Jakarta (Rp94,9 triliun), Jawa Barat (Rp61,3 triliun), Maluku Utara (Rp40,2 triliun), Jawa Timur (Rp40,1 triliun), dan Sulawesi Tengah (Rp36,6 triliun).

Lebih lanjut, Menko Airlangga mengatakan sektor hilirisasi masih menjadi arahan utama Presiden Prabowo Subianto agar lebih didorong pada tahun ini, terutama untuk mendukung kinerja ekspor nasional.

“Bapak Presiden kemarin juga mengarahkan selain sektor hilirisasi yang juga sudah dibentuk, terkait dengan DSI (Danantara Sumberdaya Indonesia) sebagai agen tunggal ekspor dan datanya pun menunjukkan hal yang positif terkait dengan harga ekspor kita,” ujar Airlangga.

Selain itu, ia mengatakan upaya peningkatan kinerja ekspor Indonesia juga didukung melalui sejumlah perjanjian-perjanjian perdagangan dengan negara-negara sahabat sebagai mitra strategis.

Adapun beberapa contoh perjanjian dagang tersebut antara lain Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Tunisia (IT-PTA), Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Peru (IP-CEPA), hingga Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

“Pemerintah membuka banyak akses terhadap perjanjian internasional. Jadi akses ekspor sekarang terbuka, baik itu terhadap EU (Uni Eropa), terhadap Amerika, dan juga kita punya hubungan yang baik dengan ASEAN, China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan yang lainnya,” jelas Airlangga.

“Jadi ini merupakan akses market yang tetap dijaga, dan juga hilirisasi dan siklus daripada value chain yang tetap kita jaga,” ujarnya menambahkan.

Berita terkait
Menko Airlangga Sebut RI-AS Sedang Buat Protokol Aman Terkait Transfer Data
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan perkembangan transfer data pribadi RI-Amerika Serikat
Menko Airlangga Beberkan Target Tim Negosiasi Tarif Trump di AS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap target tim negosiasi yang mewakili Pemerintah Republik Indonesia.
Menko Airlangga Sebut Prabowo Ingin Komisaris Bank BUMN Ramping dan Profesional
Presiden RI Prabowo Subianto menginginkan perampingan struktur komisaris di perbankan BUMN. Simak ulasnanya.