Jakarta, (Tagar 16/4/2018) - Walau Gerindra dikategorikan sebagai Partai Allah oleh Amien Rais, tidak lantas membuat politikus Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mabuk pujian.

Desmond tetap mempertanyakan posisi Partai Amanat Nasional (PAN) berdiri, seperti diketahui Amien Rais pendiri PAN.

"Pak Amien kontraproduktif, yang harus dibuktikan adalah kiprah PAN di parlemen, perilaku politik Pak Amien dari dulu sampai sekarang ini, PAN bukan bagian dari partai setan atau PAN di partai setan? Kan agak susah juga," kata Desmond, Senin (16/4/2018).

Ia pun mengingat rasa tidak nyamannya dengan sikap PAN di tengah riwayat perseteruan Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung Prabowo versus Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Jokowi beberapa waktu lalu.

"Dalam kasus KMP dan KIH, yang memutar badan duluan dalam konteks konsistensi siapa? PAN juga. PAN pernah mempecundangi Gerindra. Saya sebagai kader Gerindra, kecewa," katanya.

"Apakah perilaku partai Pak Amien itu memang istikamah dan amanah? Ataukah bagian dari permainan-permainan politik juga? Saya melihat dalam kasus KMP kemarin yang resisten terhadap komitmen itu adalah PAN juga," lanjutnya.

Lebih jauh ke belakang, Desmond belum lupa dengan sikap PAN dalam koalisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kesan saya, yang paling untung mereka ambil, dalam kasus KMP, daya tahannya tidak seperti yang lain-lain. Kalau bicara tentang partai setan, yang mana dia untung dimakan. Kalau yang apa adanya, yang konsisten, mudah-mudahan itu bukan partai setan," ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat (13/4/2018) usai salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Amien Rais bicara tentang partai setan versus partai Allah. 

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? Untuk melawan hizbusy syaithan," ujar Amien kala itu.

Pada Minggu 15/4/2018 Aktivis Cyber Indonesia melaporkan tokoh reformasi Amien Rais ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pernyataan ujaran kebencian mengenai partai Allah dan partai 'setan'.

"Kami buat laporan polisi terlapornya saudara Bapak AR (Amien Rais) karena adanya kutipan pada media sosial," kata Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi di Jakarta Minggu (15/4/2018).

Aulia melaporkan Amien Rais berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/2070/IV/2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 15 April 2018. Amien dituduh melakukan dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan penodaan agama melalui media sosial seperti diatur Pasal 28 ayat 2, UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan atau Pasal 156 a KUHP.

Aulia menyebutkan pernyataan politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) itu yang disampaikan melalui media sosial sudah menyebar mengenai orang tidak bertuhan, partai Allah dan partai setan. Ia menilai Amien menyampaikan pernyataan yang berpotensi memprovokasi masyarakat karena ungkapan partai beragama dan partai setan.

Amien juga, menurut Aulia telah menghina partai politik di luar tiga partai yang disebut partai Allah sehingga termasuk kategori ujaran kebencian. Aulia menuturkan mantan Ketua Umum PAN itu juga telah memecah belah bangsa Indonesia melalui pernyataannya bermuatan SARA. (af)