Menteri Pertanian Ungkap Kecurangan Pengemasan Minyak Goreng: 7 Perusahaan Terlibat

Setidaknya tujuh perusahaan di Surabaya, Jakarta, dan Solo diduga mengurangi isi minyak goreng Minyakita tanpa menurunkan harga.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Tambahrejo, Surabaya. (Foto: Tagar/Instagram/@a.amran_sulaiman)

Praktik kecurangan dalam pengemasan Minyakita kembali terungkap. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan setidaknya tujuh perusahaan yang mengurangi isi Minyakita saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Tambahrejo, Surabaya, Jawa Timur. Amran menemukan adanya kecurangan dalam pengemasan minyak goreng, di mana minyak goreng yang seharusnya berisi 1 liter, ternyata hanya mengandung 700 ml. "Ini merugikan masyarakat," kata Amran, menegaskan bahwa praktik ini tidak dapat dibiarkan.

Perusahaan-perusahaan yang diduga melakukan praktik kecurangan tersebut antara lain CV Briva Jaya Mandiri (Ponorogo), CV Bintang Nanggala, KP Nusantara (Kudus), UD Jaya Abadi (Surabaya), CV Aneka Sawit Sukses Sejahtera (Surabaya), CV Mega Setia (Gresik), dan PT Mahesi Agri Karya (Surabaya). Amran juga telah melakukan inspeksi mendadak di Jakarta dan Solo, di mana ditemukan praktik penurunan takaran oleh tiga perusahaan di Jakarta dan dua perusahaan di Solo.

Amran menegaskan bahwa beberapa produsen mengurangi isi tanpa menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700/liter. "Kami harap ada sanksi berat untuk perusahaan nakal ini. Jangan sampai ada lagi yang menipu rakyat. Kami serahkan penegakan hukumnya ke Satgas Pangan," tambah Amran. Praktik ini tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga mengganggu stabilitas harga di pasaran.

Satgas Pangan sendiri telah menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat. Masyarakat diharapkan dapat tetap waspada dan melaporkan jika menemukan kecurangan serupa. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawasi dan memastikan bahwa praktik kecurangan tidak terulang lagi.

Amran juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas dan kuantitas produk yang dik"Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan kecurangan serupa. Kita harus bersatu untuk melindungi konsumen dan menjaga stabilitas harga di pasaran," tutup Amran. Langkah-langkah tegas ini diharapkan dapat mencegah praktik kecurangan di masa depan.

Berita terkait
Menteri Pertanian: Harga Beras Turun Menjadi Rp 12.000 per Kilogram, Produksi Padi Meningkat
Menteri Pertanian mengumumkan penurunan harga beras dan kenaikan produksi padi, namun harga gabah di bawah HPP.
Menteri Pertanian: Harga Beras Turun Menjadi Rp 12.000 per Kilogram, Produksi Padi Meningkat
Menteri Pertanian mengumumkan penurunan harga beras dan kenaikan produksi padi, namun harga gabah di bawah HPP.
Mentan Pastikan Petani Dapat Mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 100 Juta Tanpa Agunan
Mentan Amran Sulaiman memastikan petani dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 100 juta tanpa agunan.