TAGAR.id, Jakarta - Nia Ramadhani kehilangan sosok nenek tercinta, Hanna Louise Poluan. Menghadiri pemakaman, Nia yang tampil cantik kenakan gaun putih itu tampak menangis terisak.
Kesedihan Nia ini agaknya sudah tak terbendung. Putri sulung Nia, Mikhayla, mencoba tegar dan berusaha menenangkan sang ibu yang menangis di pelukannya. Suami Nia, Ardi Bakrie, juga tampak merangkul mesra dan mengusap punggung sang istri yang masih menangis di pemakaman.
Padahal, Nia awalnya masih mencoba tersenyum tegar bersama kerabat. Bahkan ia selfie di peti jenazah sang nenek seraya perlihatkan wajah cantik sosok kesayangannya itu yang wafat karena kanker paru-paru. "Cintaku," kata Nia sembari pose tersenyum.
Sementara itu, Nia beberkan jika ia dan sang nenek berbeda agama. Ia juga ungkap amanat dari mendiang neneknya terkait kematian. Selain itu, pihak dokt
"Nanti kalau dia meninggal, dia sudah beli bahan dan kita jahit. Kita yang bikin, nangis, tapi dia mah enggak," kata Nia. "Petinya mau yang ini, ya sudah dibeli juga, rumah dukanya mau yang ini, kuburannya mau di mana. Jalan ke kuburan ada barisannya ya, ada yang pegang fotonya siapa, cucu-cucu cicit-cicitnya sudah diatur," lanjutnya.
Terkait amanat sang nenek, Nia juga diminta menghafal lagu untuk dinyanyikan saat pemakaman. Meski beda agama, Nia mengabulkan permintaan neneknya itu.
"Kita juga walaupun beragama beda tapi saya tidak keberatan dengan apa yang oma minta, kita disuruh hapalin lagu buat besok dinyanyiin," katanya sehari sebelum pemakaman di TPU Tanah Kusir Jakarta pada 26 Januari.
Bukan hanya Nia yang terpukul, Mikhayla juga ikut sedih dan menangis. Nia bahkan beberkan sang putri sempat pingsan karena tak kuat menanggung duka yang teramat dalam. Hal ini karena Mikha dan adik-adiknya cukup dekat dengan sang oma.
"Sama Mikha tadi sini juga sudah mau pingsan, karena waktu Oma di Jakarta kan aku banyak pergi jadi suka nitip ke mama sama Oma. Anak aku yang kedua juga dari awal lahir nggak pakai suster, nitipnya ke Oma," seru Nia.
Nia juga ungkap soal tabiat asli omanya. Nia menilai sang oma sosok yang sangat bijaksana. Almarhumah kerap sampaikan nasihat bijak untuk Nia.
"Ada banyak titipan yang aku yakin semua berasal dari Tuhan dan Oma selalu bilang terima kasih atas bantuannya. Ingat, kita nggak boleh merasa kalau kita membantu, semua itu bukan punya kita. Kalau kita merasa udah sombong, semua pasti diambil," serunya. "Jadi, apa yang terjadi sama Oma, kita, semua dari Tuhan, semua itu hanya sementara. Alhamdulillah kita dikasih kejadian kayak gini. Karena aku yakin, rezeki yang didapat atas hasil doa Oma," imbuhnya. []