Jakarta - Pemerintahan Donald Trump resmi melarang mengunduh platform China aplikasi berbagai video TikTok dan layanan komunikasi pesan suara dan teks WeChat mulai Minggu malam waktu setempat. Ini sebuah langkah yang akan memblokir warga AS dengan kedua aplikasi tersebut karena kekhawatiran akan menimbulkan ancaman keamanan nasional.
China telah meluncurkan mekanisme balasan yang memungkinkan pembatasan bagi entitas asing.
Larangan yang diumumkan pada Jumat lalu hanya akan memengaruhi unduhan dan pembaruan baru seperti harapan sebelumnya, terutama untuk TikTok. Hal ini membuat induk usaha TikTok, ByteDance mendapat ruang untuk mencapai kesepakatan atas nasib operasinya di AS.
Baca Juga: ByteDance Jajaki Spin-off TikTok Operasional AS Lewat IPO
Seperti diberitakan dari frence24.com, Sabtu, 19 September 2020, China menyebutkan bahwa pihaknya telah meluncurkan mekanisme balasan yang memungkinkan pembatasan bagi entitas asing. Ini sebuah langkah yang sangat dinanti-nantikan yang dipandang sebagai pembalasan hukuman AS terhadap perusahaan China seperti raksasa telekomunikasi Huawei.

Pengumuman oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok tidak menyebutkan entitas asing tertentu. Namun, secara luas menjelaskan faktor-faktor yang dapat memicu tindakan hukuman, termasuk denda, pembatasan bisnis ekspor-impor atau investasi di China, dan masuknya personel atau peralatan. ke negara itu.
Ini mencakup perusahaan asing, organisasi dan individu lain", kata penjelasan Kementerian Perdagangan China.
Beijing mengatakan akan mempertimbangkan sanksi terhadap entitas yang aktivitasnya "merugikan kedaulatan nasional China, keamanan, dan kepentingan pembangunan" atau melanggar "aturan ekonomi dan perdagangan yang diterima secara internasional". Bahasa ini dengan cermat melacak kata-kata yang digunakan Beijing untuk berulang kali mengecam tindakan AS terhadap perusahaan China.
Baca Juga: Bersihkan Aplikasi China, Trump Ban TikTok dan WeChat
WeChat, aplikasi perpesanan, media sosial, dan pembayaran elektronik all-in-one, menghadapi pembatasan yang lebih ketat mulai hari Minggu. Pengguna TikTok yang ada, di sisi lain, akan melihat sedikit perubahan hingga 12 November ketika larangan pada beberapa transaksi teknis akan diberlakukan, yang menurut TikTok akan menjadi larangan yang efektif. []