Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mengatakan bahwa kelima nama calon ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yaitu Marzuki Mustamar, Hasan Mutawakkil Alallah, Said Aqil Siradj, Bahaudin Nursalim atau Gus Baha, dan Yahya Cholil Staquf cukup mumpuni untuk memimpin PBNU ke depan.
Bagi Karyono, Said Aqil Siradj yang saat ini masih menjabat sebagai inkamben cukup jelas memiliki kemampuan di aspek keilmuan, pengetahuan tentang islam, dan juga pengetahuan di bidang lainnya. Said Aqil Siradj tidak bisa diragukan lagi dalam kepemimpinannya.
Untuk ke depan PBNU memerlukan proses regenerasi dan penyegaran dari 3 nama tadi di antara dua ya Kiai Haji Marzuki Mustamar atau Kiai Haji Yahya Cholil Staquf.

“Menurut saya juga jelas sekali beliau memiliki kemampuan di aspek keilmuan, beliau ahli tasawuf, beliau sangat memahami pengetahuan tentang islam dan juga pengetahuan-pengetahuan di bidang lain. Dari aspek keilmuan beliau tidak bisa diragukan, memiliki kapasitas dan kapabilitas yang sangat memadai untuk memimpin PBNU,” ujar Karyono Wibowo dalam wawancaranya di kanal YouTube Tagar TV pada Jumat, 15 Oktober 2021.
- Baca Juga: NU Jelaskan Soal Kawin Kontrak yang Berkedok Keagamaan
- Baca Juga: Belajar dari Yahya Waloni, NU: Etika Dakwah Itu Penting!
Namun di sisi lain, Karyono juga menekankan bahwa PBNU perlu regenerasi. PBNU masih memiliki banyak kader yang mumpuni dan banyak melahirkan tokoh kader yang memiliki kemampuan agama, kemampuan ilmu pengetahuan di bidang lain, juga kemampuan di bidang kepemimpinan, sehingga regenerasi sangat perlu baginya.
“Masalahnya adalah PBNU menurut saya sekarang ini membutuhkan regenerasi. Meskipun ya memang tidak ada aturan yang membatasi, AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) PBNU tidak membatasi bahwa ketua PBNU bisa menjabat 3 periode, tetapi semangat yang bisa ditangkap untuk saat ini PBNU nampaknya menghendaki adanya regenerasi,” ucapnya.
Dari lima nama yang beredar baik di media maupun di publik, hanya 3 nama yang menurut Karyono cukup kuat untuk menjadi ketua PBNU berikutnya.
Ketiga nama ini di antaranya Said Aqil Siradj, Yahya Cholil Staquf, dan Marzuki Mustamar. Namun, karena PBNU yang menurutnya perlu penyegaran, yaitu Yahya Cholil Staquf dan Marzuki Mustamar.
“Untuk ke depan, PBNU memerlukan proses regenerasi dan penyegaran. Dari 3 nama tadi, di antara dua ya Kiai Haji Marzuki Mustamar atau Kiai Haji Yahya Cholil Staquf," ucapnya.
"Dua nama itu saya kira bisa menggantikan posisi Pak Kiai Haji Siradj, bisa meneruskan juga program yang sudah direncanakan, sudah dilaksanakan oleh Said Aqil Siradj. Dari dua nama itu, menurut saya tepat untuk memimpin organisasi PBNU ke depan,” ujar Karyono.
Dari hasil survei yang dirilis oleh Lembaga Survei Indostrategic, Ketua PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar difavoritkan memimpin PBNU dengan dukungan suara 24,7 persen.
- Baca Juga: Ketum BPNU Berpesan Agar PKB dan NU Semakin Menyatu
- Baca Juga: PBNU Gelar Munas Alim Ulama 31 Juli 2021
Karyono juga meyakini bahwa posisi Marzuki Mustamar menjadi salah satu yang cukup kuat, namun hasil survei tak bisa dijadikan acuan karena masyarakat umum tidak memiliki hak suara.
Sementara itu, diketahui bahwa pelaksanaan Muktamar ke-34 seharusnya diselenggarakan pada Oktober ini. Namun, setelah dimusyawarahkan, Muktamar akan dilaksanakan pada tanggal 23-25 Desember 2021 mendatang di Provinsi Lampung.
(Rana Maheswari)