Jakarta - Artis cantik Nikita Mirzani mendapat tudingan dari presenter Billy Syahputra mengidap gangguan mental bipolar. Belakangan, hal itu bergulir menjadi perseteruan antar keduanya.
Dalam pengertiannya, bipolar merupakan gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi secara ekstrim. Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala depresif (sangat terpuruk) hingga manik (sangat bahagia).
Baca juga: Depresi Kambuh Usai Menyimak Cuplikan Joker
Gejala manik di antaranya merasa sangat bahagia atau senang, berbicara sangat cepat, sering, dan tidak seperti keadaan normal.
Penderita bakal merasa sangat bersemangat, muncul rasa percaya diri yang berlebihan, hingga keinginan untuk tidur menurun, tidak nafsu makan dan mudah merasa terganggu.
Sementara gangguan depresi memiliki gejala antara lain merasa sangat sedih dan putus asa, lemas dan kurang energi, sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu, hilang keinginan untuk beraktivitas.
Joaquin Phoenix dalam film Joker. (Foto: Warner Bros Pictures)
Penderita depresi juga kerap merasa kesepian dan tidak berguna, merasa bersalah, pesimis terhadap segala hal, tidak nafsu makan, gangguan dalam tidur seperti sulit tidur atau bangun terlalu dini, delusi atau waham, dan muncul keinginan untuk bunuh diri.
Penderita gangguan bipolar juga dapat mengalami gejala manik dan depresif secara bersamaan. Seperti disaat yang sama merasa sangat bersemangat dan juga sangat sedih. Kondisi itu disebut gejala campuran atau mixed state.
Penyebab
Penyebab terjadinya gangguan mental ini belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat dugaan kondisi ini merupakan dampak dari ketidakseimbangan neurotransmitter, yakni senyawa alami yang berfungsi mengendalikan fungsi otak.
Keseimbangan neurotransmitter disebabkan oleh faktor genetik, fisik, lingkungan, dan sosial. Maka, penyebab bipolar dapat tejadi jika seseorang mengalami peristiwa traumatis, seperti terdapat kerabat dekat yang meninggal, putus dalam berhubungan, dan mengalami kekerasan emosi, fisik, atau seksual.
Baca juga: Depresi itu Penyakit
Faktor lain yang juga diduga memicu sebab munculnya gejala gangguan bipolar, diantaranya penyakit fisik, gangguan tidur, masalah rumah tangga, keuangan, pekerjaan, serta kecanduan alkohol dan menyalahgunakan narkoba atau NAPZA.
Penanganan
Penanganan gangguan Bipolar dapat dilakukan dengan pemberian obat dan psikoterapi. Beberapa obat yang biasa digunakan untuk meredakan gangguan bipolar di antaranya jenis Moodstabilizer seperti lithium, lamotrigine, dan carbamazepine.
Menggunakan obat jenis antikonvulsan seperti asam valproat, serta antipsikotik seperti aripiprazole, olanzapine, quetiapine, dan risperidone. Serta antidepresan seperti fluoxetine, escitalopram, dan sertraline.
Dalam hal ini, dokter juga dapat mengombinasikan dua atau lebih jenis obat bersamaan, terutama jika perubahan gejala yang dialami pasien terjadi sangat cepat.
Sedangkan penanganan psikoterapi terdapat beberapa metode yang biasa digunakan, yakni interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT), metode yang terfokus pada kestabilan ritme aktivitas sehari-hari, seperti waktu untuk tidur, bangun, hingga makan.
Teraturnya ritme dalam beraktivitas mampu membantu pasien untuk mengendalikan gejala gangguan bipolar.
Joaquin Phoenix dalam film Joker. (Foto: Instagram/jokermovie)
Selanjutnya menggunakan metode cognitive behavioral therapy (CBT). Pada terapi ini, dokter akan membantu pasien dalam mendeteksi hal yang dapat memicu munculnya gejala gangguan bipolar, sehingga hal tersebut dapat diganti dengan sesuatu yang positif.
Baca juga: Cara Alami Atasi Gangguan Depresi
Kemudian menguunakan metode psychoeducation, di mana dokter akan mengedukasi pasien dengan hal-hal yang perlu diketahui terkait kondisi yang tengah diderita.
Dengan begitu, pasien dapat dengan sendirinya mengidentifikasi penyebab munculnya gejala, menghindarinya, dan membuat strategi penanganan ketika gejala gangguan bipolar muncul.
Penanganan-penanganan tersebut harus dengan persetujuan dan rekomendasi dokter guna untuk mengetahui metode mana tepat digunakan dan tidak membahayakan pasien.
Di balik itu, peran keluarga sangat dibutuhkan. Dengan mengenal dan mengetahui cara menangani kondisi pasien, keluarga dapat membantu pasien dalam mencegah sekaligus mengendalikan munculnya gejala-gejala gangguan bipolar. []
(Putra Abdul Fattah Hakim)