TAGAR.id, Davos, Swiss - Perusahaan farmasi Pfizer pada hari Rabu, 25 Mei 2022, mengatakan akan menyediakan hampir dua lusin produknya, termasuk vaksin dan obat Covid-19, dengan harga dasar -bukan harga untuk memperoleh profit- di beberapa negara paling miskin di dunia.
Pfizer mengumumkan program itu dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dan mengatakan program ini ditujukan untuk memperbaiki kesetaraan kesehatan di 45 negara berpenghasilan rendah. Kebanyakan negara ini ada di benua Afrika, tetapi daftar ini juga memuat Haiti, Suriah, Kamboja, serta Korea Utara.
Albert Bourla, CEO Pfizer, berbicara dalam sebuah diskusi pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss hari Rabu, 25 Mei 2022. (Foto: voaindonesia.com/Reuters)
Produk-produk Pfizer ini, yang mudah didapat di AS dan Uni Eropa, mencakup 23 obat dan vaksin untuk mengobati penyakit infeksi, beberapa jenis kanker, dan kondisi peradangan yang jarang.
Juru bicara perusahaan itu, Pam Eisele, mengatakan obat dan vaksin ini hanya tersedia dalam jumlah kecil di 45 negara.
Pfizer yang berpusat di New York, AS, “Akan memungut biaya produksi saja dan biaya distribusi yang minimum,” kata Eisele. Pfizer akan mematuhi sanksi-sanksi dan semua aturan hukum lainnya yang berlaku.
Bisnis obat ini juga berencana memberi pendidikan publik, pelatihan untuk petugas kesehatan, serta pengelolaan sediaan obat-obatan.

“Temuan kami ketika pandemi berlangsung adalah pasokan saja tidak cukup untuk mengatasi isu-isu yang dihadapi negara ini,” demikian kata Ketua dan CEO Pfizer, Albert Bourla, pada Rabu, 25 Mei 2022, ketika berbicara di Davos. (jm/em)/voaindonesia.com. []
105 Negara Miskin akan Peroleh Pil Covid-19 Produk Merck
Pegobatan 1,7 Juta Anak Pengidap HIV/AIDS di Negara Miskin
95 Negara Diizinkan Pfizer Bikin Generik Pil Obat Covid-19
Negara Kaya vs Negara Miskin Bersaing Dapatkan Vaksin Corona