Pemimpin Hong Kong Bersuara Soal Dakwaan Inggris dalam Kasus Intelijen

Dua lelaki lain hadir di pengadilan (13/5/2024) atas tuduhan mereka bantu dinas intelijen Hong Kong mengumpulkan informasi di Inggris
Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, berbicara saat konferensi pers, di Hong Kong, 14/5/2024. (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

TAGAR.id, Hong Kong, China – Pemimpin Hong Kong, John Lee, dalam konferensi pers rutinnya pada Selasa (14/5/2024), menuntut perlakuan yang adil, setelah tiga lelaki di Inggris didakwa membantu dinas intelijen Hong Kong.

Kepala kantor Ekonomi dan Perdagangan Hong Kong di London, dan dua lelaki lain hadir di pengadilan pada Senin (13/5/2024), atas tuduhan bahwa mereka membantu dinas intelijen Hong Kong mengumpulkan informasi di Inggris. Situasi ini berkembang di tengah kekhawatiran yang kian besar, bahwa negara-negara yang bermusuhan berupaya mengganggu demokrasi dan aktivitas ekonomi di Inggris.

Chi Leung (Peter) Wai, 38 tahun, Matthew Trickett, 37 tahun, dan Chung Biu Yuen, 63 tahun, dibebaskan dengan uang jaminan dalam persidangan singkat di Pengadilan Westminster. Ketiganya, yang duduk bersebelahan di balik sepetak ruang berdinding kaca, berbicara untuk memastikan identitas mereka saja.

Pemerintah Hong Kong mengatakan salah seorang tersangka adalah manajer kantor di Kantor Perdagangan, tetapi namanya tidak disebutkan.

Polisi menuduh bahwa antara 20 Desember dan 2 Mei, Yuen, Wai dan Trickett setuju untuk terlibat dalam pengumpulan informasi, pengintaian dan tindakan menipu yang kemungkinan besar untuk membantu dinas intelijen Hong Kong. Dakwaan itu mencakup tuduhan bahwa mereka masuk kediaman seseorang secara paksa pada 1 Mei.

Ketiganya termasuk di antara 11 lelaki yang ditangkap sebelumnya bulan ini di London dan Yorkshire di Inggris Utara oleh polisi antitorisme. Penangkapan itu dilakukan dengan menggunakan pasal-pasal dalam UU baru yang memungkinkan tersangka dalam kasus spionase dan keamanan nasional ditahan tanpa surat perintah. Delapan tersangka lainnya dibebaskan tanpa dakwaan.

Otoritas China di Inggris dan Hong Kong mengecam dakwaan itu, menyebutnya sebagai serangkaian tuduhan “tanpa dasar dan memfitnah” yang dilontarkan pemerintah Inggris terhadap China. (uh/ns)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Berita terkait
AS Akan Berlakukan Pembatasan Visa Baru bagi Pejabat Hong Kong
Pembatasan itu diberikan karena terkait dengan penindakan hak dan kebebasan di wilayah yang dikuasai China itu