Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa pembangunan fasilitas observasi penyakit menular terutama virus corona atau Covid-19 di Pulau Galang telah selesai dan siap untuk digunakan.
Mengutip siaran Biro Komunikasi Kementerian PUPR, pembukaan fasilitas medis tersebut dilakukan oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono. Adapun, kapasitas tampung kompleks rumah sakit di Pulau Galang sebanyak 1.000 tempat tidur dengan tahap I sebanyak 360 tempat tidur.
“Pembangunan fasilitas observasi dan isolasi dibagi menjadi tiga zonasi, yakni zona A yang meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house,” sebut Kementerian PUPR, Selasa, 7 April 2020.
Fasilitas RS Darurat Covid-19 di Pulau Galang. (Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Sementara zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, laboratorium, ruang sterilisasi, central gas medik, instalasi jenazah, landasan helicopter, dan zona utilitas. Total kapasitas zona ini mencapai 360 tempat tidur yang terdiri dari ruang observasi sebanyak 340 tempat tidur dan ruang isolasi sebanyak 20 tempat tidur ICU.
Selain itu, di sekitar fasilitas utama dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

Terakhir adalah zona C adalah lahan cadangan yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan sewaktu-waktu. Pemerintah sendiri menunjuk PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya sebagai kontraktor pembangunan dan PT Virama Karya sebaga manajemen konstruksi.
“Saat ini personil yang siap bertugas sebanyak 247 orang yang terdiri dari tenaga medis dan nonmedis yang merupakan gabungan TNI, Polri, Pemprov. Kepulauan Riau, serta para sukarelawan,” sebutnya.
Fasilitas lain disediakan pemerintah guna menunjang kompleks kesehatan ini antara lain 20 unit ambulance, empat unit truk, empat unit mini bus, serta 2.000 alat pelindung diri (APD) dan 5.000 masker.
Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, Kementerian PUPR juga telah merampungkan pekerjaan penyediaan infrastruktur air baku dan air bersih dari Waduk Monggak Rempang kapasitas debit air mencapai 8,3 liter perdetiknya. Sementara untuk Instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas 5 liter per detik. []