Jakarta – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, sejumlah kebijakan yang diambil Wishnutama dalam Memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terlihat aneh, irasional dan bertentangan dengan rule and logic. Hal ini, diungkapkan Trubus untuk mengomentari kebijakan merekrut konsultan asing untuk promosi pariwisata Indonesia.
Bagaimana caranya kita memperbaiki pariwisata dalam negeri gitu, jangan berharap dari luarlah, karena semua negara mengeluarkan travel warning.
“Ya itukan banyak kebijakan-kebijakan yang sebenarnya disamping aneh, orang-orang publik kan liatnya aneh, irasional, bertentangan dengan rule and logic, aturan dan logikanya, logika Publik, memang itu menjadi polemik. Karena buat apa si nyewa asing, kosultan asing yang anggarannya sampai miliaran-miliaran gitu, kan itu ga banyak memberi impact langsung kepada masyarakat,” katanya saat dihubungi Tagar, Senin, 15 Desember 2020.

Menurut Trubus, seharusnya Wishnutama memperbaiki pariwisata di dalam negeri terlebih dahulu dan jangan terlalu berharap pada turis asing. Pasalnya semua negara mengeluarkan travel warning terkait pandemi virus corona Covid-19.
“Bagaimana caranya kita memperbaiki pariwisata dalam negeri gitu, jangan berharap dari luarlah, karena semua negara mengeluarkan travel warning. Jadi wisata dalam negeri aja, domestik aja gitu. Jadi sekarang kalo menyewa konsultan asing ga ada signifikannya,” jelasnya.
Perkataan Trubus ini ada benarnya, sejumlah negara memang kembali melakukan lockdown. Antara lain Austria yang akan kembali menerapkan lockdown untuk ketiga kalinya untuk membendung kasus corona yang kembali melonjak. Lockdown di negara tersebut dimulai tanggal 26 Desember 2020 hingga 24 Januari 2021.
- Baca juga : Wishnutama Rangkap Jabatan di IndonesiaX, Proyeknya dari Negara
- Baca juga : Indef Nilai Wishnutama Tak Paham Pariwisata, Sekadar EO
- Baca juga : DPR Nilai Wishnutama Lebih Pas Pimpin Net TV Ketimbang Kemenparekraf
Kemudian di Inggris, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Minggu, 20 Desember 2020 mengumumkan lockdown baru untuk London dan sebagian besar Inggris Tenggara dan Timur sebagai tanggapan terhadap varian baru virus corona yang menyebar dengan cepat. Aturan yang lebih ketat mulai berlaku pada Sabtu tengah malam (waktu setempat) dan diperpanjang setidaknya dua minggu.
Sejumlah daerah di Sydney, Australia juga bersiap untuk lockdown pada Sabtu, 19 Desember 2020 di tengah kemunculan klaster baru Covid-19 di pantai utara kota tersebut menjelang perayaan Hari Natal. Pemerintah setempat, meminta warga di kawasan pesisir utara Sydney untuk berdiam di rumah hingga Rabu, 23 Desember 2020 tengah malam jika tak ada kepentingan mendesak. []