Banda Aceh - Persiraja Banda Aceh mengakhiri penantian panjang saat promosi ke Liga 1 2020. Kini, Persiraja membidik target tinggi. Mereka ingin mengulangi sukses juara pada 1980. Saat itu, Persiraja tampil sebagai juara Perserikatan.
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman yang menyambut kedatangan tim di Banda Aceh menuturkan bila Persiraja harus bisa bersaing setelah meninggalkan Liga 2 dan promosi ke kasta tertinggi. Menurut dia Laskar Rencong seharusnya tidak sekadar mampir di Liga 1 2020 dan kemudian kembali terdegradasi.
Sebaliknya Persiraja harus bisa berprestasi. Bahkan, ia yakin tim kebanggaan masyarakat Aceh itu bisa menjuarai Liga 1 Indonesia di masa yang akan datang.
Bagaimana ke depan kita harus bisa menjadi juara di Indonesia seperti tahun 1980 saat juara Perserikatan
Aminullah ingin mengulang kejayaan Persiraja saat masih berkompetisi di Perserikatan. Bersama legenda Perserikatan seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, PSM Makassar sampai Persipura Jayapura, Persiraja pernah diperhitungkan di kompetisi amatir itu. Mereka pun pernah menjadi juara pada 1980.
“Bagaimana ke depan kita harus bisa menjadi juara di Indonesia seperti tahun 1980 saat juara Perserikatan. Karena itu Persiraja butuh dukungan dari semua pihak,” kata Aminullah.
Pemain dan ofisial Persiraja tiba di Aceh setelah memastikan promosi ke Liga 1 dengan menduduki peringkat tiga Liga 2. Kamis 28 November 2019 pukul 17.30 WIB, pesawat yang ditumpangi Persiraja mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar. Kedatangan mereka disambut meriah oleh pendukung setia yang tergabung dalam Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL).
Pemain Persiraja Banda Aceh berjalan di atas karpet merah saat dipanggil satu-persatu ke tengah lapangan pada saat penyambutan di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Aceh, Kamis 28 November 2019 malam WIB. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)
Begitu tiba, para pemain dan ofisial disambut dengan kalungan bunga oleh Wali Kota Banda Aceh. Penyambutan juga dilakukan para suporter yang mengerumuni pintu kedatangan bandara. Mereka mengatur formasi jalan setapak untuk dilalui para pemain, dan memanjang hingga ke truk yang disediakan pihak manajemen.
Mereka kemudian diarak dari bandara menuju Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh. Usai salat magrib, para pemain dijamu makan malam dan dilakukan prosesi tepung tawari (peusijuek).
Wali Kota Aminullah Usman menyampaikan penyambutan itu merupakan bentuk kegembiraan masyarakat kota dalam menyambut tim kebanggaannya. Menurutnya, sudah belasan tahun, Laskar Rencong tidak bermain di kasta tertinggi Liga Indonesia.
“Dulu janji saya jika terpilih jadi wali kota, Persiraja harus bermain di Liga 1, Alhamdulillah ini sudah terwujud,” ujar Aminullah.
Sementara, Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pembina klub dan pihak terkait lainnya. Pertemuan itu dimaksudkan membahas rencana klub menghadapi musim perdana Liga 1.
“Kami harus berbenah karena Liga 1 bukan sekadar persiapan tim tetapi juga persiapan infratruktur dan lain-lainnya. Dari semua persiapan, jujur saja kami belum siap,” katanya.
Persiraja berhasil promosi ke kasta tertinggi setelah mengalahkan Sriwijaya FC 1-0 di perebutan peringkat ketiga di Stadion I Kapten Gianyar, Bali, Senin 25 November 2019. Kemenangan itu sekaligus menjadikan Persiraja mendampingi dua tim lainnya, yaitu Persik Kediri dan Persita Tangerang yang sudah lebih dulu lolos. []